Doha, Purna Warta – Menurut laporan yang dikutip oleh Al Jazeera, eskalasi konflik dengan Iran telah meluas hingga menyasar sektor energi Israel, terutama setelah ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap infrastruktur Iran.
Baca juga: Sirene Peringatan Aktif di Dimona dan Negev
Laporan tersebut menyoroti serangan rudal terbaru yang menargetkan kota pelabuhan Haifa dan menyebabkan kerusakan pada sebagian infrastruktur pentingnya. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap sektor energi Israel.
Kerusakan pada Fasilitas Energi Strategis
Calcalist menyatakan bahwa kerusakan pada fasilitas energi milik Bazan Group di Haifa memperlihatkan kelemahan mendasar dalam sektor energi Israel.
Salah satu kelemahan utama yang disoroti adalah ketergantungan yang besar terhadap satu fasilitas utama yang berperan penting dalam pengolahan dan distribusi gas alam di wilayah Israel.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pecahan rudal Iran menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian fasilitas Bazan, termasuk instalasi listrik serta infrastruktur operasional yang menunjang aktivitasnya.
Selain itu, jaringan transmisi gas alam milik Netgas Company juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Infrastruktur ini merupakan salah satu komponen penting dalam operasional fasilitas produksi gas di Israel.
Gangguan Pasokan Gas dan Dampak Ekonomi
Menurut laporan itu, gangguan pada pasokan gas dapat memaksa fasilitas energi menggunakan gas cair (LPG), yang memiliki biaya lebih mahal dan berpotensi mengurangi efisiensi operasional pembangkit listrik.
Calcalist menambahkan bahwa penilaian terhadap tingkat kerusakan serta upaya untuk mengoperasikan kembali fasilitas tersebut memerlukan proses teknis yang kompleks. Oleh karena itu, pemulihan kapasitas produksi penuh dalam waktu dekat dinilai sulit.
Kompleks petrokimia Bazan sebelumnya juga pernah menjadi target serangan rudal Iran selama konflik yang berlangsung selama 12 hari. Pada saat itu, meskipun terdapat pembatasan informasi oleh media Israel, beberapa laporan menyebutkan bahwa tiga orang tewas dan sejumlah infrastruktur vital kompleks tersebut mengalami kerusakan.
Kerugian akibat serangan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 200 juta dolar AS.
Dampak terhadap Produksi Gas
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sejak awal perang, beberapa platform produksi gas Israel seperti Karish gas field dan Leviathan gas field dihentikan operasinya sebagai langkah pencegahan.
Akibat penghentian ini, kerugian ekonomi diperkirakan mencapai sekitar 740 ribu dolar AS per hari untuk platform Karish dan sekitar 1,7 juta dolar AS per hari untuk fasilitas Leviathan.
Baca juga: Batas Waktu Lima Hari dari Hizbullah Irak kepada Amerika Serikat
Penghentian pasokan gas juga meningkatkan ketergantungan Israel pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, yang diperkirakan menambah biaya operasional sekitar 640 ribu dolar AS per hari.
Risiko Kenaikan Biaya Energi
Jika krisis ini berlanjut, laporan tersebut memperingatkan bahwa biaya listrik dan air di Israel kemungkinan akan meningkat. Penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih mahal juga dapat menaikkan biaya produksi energi secara keseluruhan.
Hal ini pada akhirnya berpotensi meningkatkan beban biaya hidup bagi masyarakat Israel karena meningkatnya biaya energi dan produksi.


