Teheran, Purna Warta – Korps Pengawal Revolusi Islam mengatakan Front Perlawanan akan melanjutkan perjuangannya sampai pasukan asing diusir dari Asia Barat dan rezim Zionis dilenyapkan, menekankan bahwa perkembangan terkini telah menimbulkan kenyataan baru pada musuh-musuh di kawasan.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu, IRGC memperingati meninggalnya mendiang pendiri Republik Islam, Imam Khomeini, dan pemberontakan 5 Juni 1963, dengan menekankan pentingnya persatuan nasional dan perlawanan yang berkelanjutan terhadap dominasi asing.
Pernyataan itu mengatakan kehadiran rakyat Iran di jalan-jalan berfungsi sebagai dukungan di medan perang, memperkuat front diplomatik, dan merupakan faktor penting dalam mencapai kemenangan penuh dan final.
“Rakyat Iran tidak akan pernah menyerah pada narasi palsu dan pencapaian palsu musuh. Terlebih lagi, musuh telah dipaksa untuk menerima peraturan baru yang diberlakukan oleh bangsa Iran dan Angkatan Bersenjata negara tersebut di lapangan, khususnya di bidang pengelolaan dan pengendalian cerdas Selat Hormuz,” kata IRGC.
“Perlawanan akan terus berlanjut hingga konspirasi kekuatan arogan dikalahkan, pengusiran pasukan asing dari Asia Barat, dan pembebasan kota suci al-Quds melalui penghancuran rezim Zionis,” tambah pernyataan itu.


