Al-Quds, Purna Warta – Menteri Pertahanan Israel memerintahkan peningkatan operasi militer di Tepi Barat dan menginstruksikan militer Israel untuk mempersiapkan pendudukan satu lagi kamp pengungsi Palestina di wilayah tersebut.
Mengutip Channel 13 Israel, Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel, telah memerintahkan militer Israel untuk menyiapkan langkah-langkah pendudukan terhadap satu kamp pengungsi Palestina lainnya di Tepi Barat sebagai bagian dari perluasan operasi militer Israel.
Sebagaimana dikutip oleh IRNA, perintah tersebut merupakan kelanjutan dari operasi militer Israel yang telah berlangsung di kamp-kamp pengungsi Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams.
Berdasarkan pernyataan Kantor Menteri Pertahanan Israel, keputusan tersebut diambil dalam rapat keamanan pada Senin malam yang dihadiri oleh:
- Eyal Zamir, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel;
- Itzik Cohen, Kepala Direktorat Operasi;
- Shlomi Binder, Kepala Intelijen Militer;
- Avi Bluth, Panglima Komando Wilayah Tengah;
- serta sejumlah pejabat keamanan lainnya.
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa setelah rapat, Israel Katz memerintahkan militer untuk memperluas operasi ofensif terhadap warga Palestina serta menyiapkan penguasaan satu kamp pengungsi lainnya dengan menerapkan pola operasi yang sebelumnya digunakan di Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams.
Kantor Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa pola tersebut mencakup:
- evakuasi penduduk kamp;
- pembersihan terhadap apa yang disebut sebagai “infrastruktur terorisme”; dan
- penempatan permanen pasukan militer Israel di dalam kamp-kamp tersebut.
Pada saat yang sama, Bezalel Smotrich, Menteri Keuangan Israel, kembali menyampaikan pernyataan kontroversial dengan menyebut Tepi Barat sebagai “bagian yang tidak terpisahkan dari Israel”, serta menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pembangunan permukiman Israel di wilayah tersebut.
Perkembangan ini terjadi ketika militer Israel masih melanjutkan operasi militernya secara luas di wilayah utara Tepi Barat. Intensifikasi operasi dalam beberapa bulan terakhir telah mengakibatkan kerusakan besar terhadap rumah-rumah dan infrastruktur, serta menyebabkan ribuan warga Palestina mengungsi dari kamp-kamp Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams.
Sementara itu, Radio Militer Israel melaporkan bahwa jumlah serangan yang dilakukan oleh para pemukim Israel di Tepi Barat selama paruh pertama tahun ini mencapai 660 insiden. Menurut laporan tersebut, insiden-insiden tersebut mengakibatkan ratusan warga Palestina tewas atau terluka.
Menurut pengakuan sejumlah pejabat Israel, meningkatnya ketegangan dan perkembangan situasi di Tepi Barat telah membawa kawasan tersebut semakin dekat ke titik ledakan, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan pecahnya Intifada Ketiga.


