Al-Quds, Purna Warta – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bahwa Israel sangat menginginkan dimulainya kembali perang terhadap Iran, namun Amerika Serikat saat ini menghalangi langkah tersebut. Ia juga mengklaim bahwa pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat telah melancarkan serangan ke Iran dengan lepas landas dari pangkalan-pangkalan militer Israel.
Menurut laporan Al Jazeera, Katz menyatakan:
“Kami sangat ingin menyerang fasilitas-fasilitas energi Iran, tetapi Amerika Serikat saat ini tidak mengizinkannya.”
Ia kemudian mengklaim bahwa pesawat tempur Amerika Serikat telah lepas landas dari bandara dan pangkalan militer di Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan tingkat koordinasi lapangan dan operasi bersama yang sangat tinggi antara kedua negara dalam mengelola konfrontasi saat ini.
Katz juga mengatakan bahwa dirinya bersama Perdana Menteri Israel telah menegaskan bahwa apabila Iran menyerang Israel, maka Israel akan memberikan respons dengan serangan yang sangat keras. Ia menambahkan bahwa Israel telah kembali menyerang Iran dan siap melaksanakan serangan militer ketiga secara mandiri apabila diperlukan.
Mengenai Jalur Gaza, Katz menyatakan bahwa Israel telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza dan dalam waktu dekat akan menguasai 70 persen wilayah tersebut.
Ia mengklaim bahwa militer Israel telah menghancurkan infrastruktur di atas maupun di bawah tanah di Gaza, serta menyatakan bahwa sekitar 70 persen wilayah Jalur Gaza telah hancur. Menurutnya, pola operasi tersebut kini diterapkan pula di Lebanon selatan.
Dalam pernyataannya, Katz menyebut bahwa kawasan Shuja’iyya dan kamp pengungsi Jabalia sudah tidak lagi tersisa. Ia bahkan mengutip pernyataan Komando Wilayah Selatan militer Israel yang menurutnya mengatakan:
“Saya tidak lagi melihat rumah-rumah; yang terlihat hanyalah garis pantai.”
Katz juga mengklaim bahwa Israel tidak hanya menghancurkan terowongan bawah tanah di Gaza, tetapi juga meratakan seluruh bangunan permukiman.
Terkait Lebanon, Katz menyatakan bahwa militer Israel telah menghancurkan 20 desa di Lebanon selatan yang telah berdiri selama ratusan tahun. Ia mengklaim seluruh bangunan di desa-desa tersebut dihancurkan, bukan secara parsial, melainkan keseluruhan desa. Menurutnya, antara 15.000 hingga 20.000 rumah di sekitar 24 desa Lebanon telah hancur.
Mengenai Iran, Katz mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki kepentingan dan pertimbangan strategis terhadap Iran yang berbeda dan lebih luas dibandingkan kepentingan Israel.
Sementara itu, terkait Tepi Barat, Katz mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan militer Israel untuk mempersiapkan pendudukan kamp-kamp pengungsi Palestina lainnya, mengikuti pola operasi yang sebelumnya diterapkan di Nur Shams, Tulkarm, dan Jenin.
Dalam pernyataannya, Katz juga menyampaikan pesan keras kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Ia mengatakan:
“Kami bukan kekaisaran Kristen yang sedang runtuh. Yerusalem bukan Konstantinopel yang dahulu Anda taklukkan ketika Kekaisaran Utsmaniyah berdiri. Kami akan tetap berada di sini selamanya. Yerusalem akan selalu menjadi milik kami.”
Ia menambahkan bahwa Israel mampu mempertahankan diri dan memperingatkan Erdoğan agar tidak menempatkan dirinya dalam situasi yang menurutnya pernah dialami Iran.
Katz mengatakan bahwa Turki sebaiknya lebih memusatkan perhatian pada urusan dalam negerinya sendiri, sementara Israel akan terus menjaga dan mempertahankan kepentingan nasionalnya.


