Gaza, Purna Warta – Gerakan Hamas mengecam keras instruksi Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang memerintahkan militer Israel untuk mempersiapkan pendudukan dan penghancuran kamp pengungsi Palestina lainnya di Tepi Barat.
Menurut laporan Shihab News Agency, Hamas dalam pernyataan resminya menyebut bahwa seruan Israel Katz untuk menghancurkan kamp pengungsi Palestina dan memaksa penduduknya mengungsi merupakan “seruan yang bersifat teroris dan fasis.”
Hamas menyatakan bahwa pernyataan tersebut secara terang-terangan mencerminkan pola pikir genosida dan kriminal yang, menurut mereka, mendominasi para pemimpin Israel, yang tidak ragu melakukan berbagai kejahatan terhadap rakyat Palestina.
Hamas juga memperingatkan mengenai rencana-rencana yang disebutnya sebagai kebijakan kriminal pemerintah sayap kanan Israel terhadap Tepi Barat. Menurut Hamas, pernyataan Katz serta pernyataan sebelumnya dari Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich mengenai perluasan kebijakan pengosongan kamp-kamp pengungsi di Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams, serta penghancuran kamp-kamp tersebut, menunjukkan karakter pemerintahan Israel yang dianggap tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan, perjanjian internasional, maupun hukum internasional.
Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa operasi militer yang terus berlangsung di kota-kota dan kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat, yang menurut mereka disertai pembunuhan, intimidasi, dan penghancuran secara sistematis, tidak akan mampu mematahkan keteguhan rakyat Palestina maupun kelompok-kelompok perlawanan.
Hamas juga menyerukan kepada masyarakat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lembaga-lembaga di bawah naungan PBB, serta pengadilan internasional agar menjalankan tanggung jawab mereka dengan menyelidiki pernyataan-pernyataan para pejabat Israel, mengadili mereka atas dugaan kejahatan yang dilakukan, serta menghentikan tindakan militer Israel terhadap rakyat Palestina.
Selain itu, Hamas mengajak warga Palestina di seluruh Tepi Barat, Yerusalem, dan wilayah Palestina yang diduduki sejak 1948 untuk bersatu, memperkuat mobilisasi, menghadapi kebijakan pemerintah sayap kanan Israel dan kelompok pemukim, serta meningkatkan perlawanan di berbagai titik konfrontasi.
Latar belakang
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memerintahkan militer Israel untuk mempersiapkan pendudukan satu kamp pengungsi Palestina lainnya di Tepi Barat, mengikuti pola operasi yang telah diterapkan di kamp-kamp Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams.
Perintah tersebut dikeluarkan pada Senin malam setelah rapat keamanan yang dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir serta sejumlah pejabat tinggi keamanan Israel.
Katz juga memerintahkan perluasan operasi militer di Tepi Barat dan penyusunan rencana pendudukan kamp pengungsi baru. Hingga kini, nama kamp yang akan menjadi sasaran belum diumumkan secara resmi. Menurut Katz, operasi tersebut akan mengikuti pola yang sebelumnya diterapkan, yakni evakuasi paksa penduduk kamp, penghancuran infrastruktur, serta penempatan permanen pasukan Israel.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kebijakan ini mendapat dukungan langsung dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan merupakan bagian dari eskalasi operasi militer Israel di Tepi Barat yang bertujuan mengosongkan kamp-kamp pengungsi, mengubahnya menjadi zona militer, serta mempertahankan kehadiran permanen militer Israel.


