Iran Kecam Sanksi Baru AS terhadap Kuba

Teheran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam sanksi baru yang dijatuhkan AS terhadap Kuba. “Sekali lagi, kecanduan AS terhadap pemaksaan & intimidasi telah menargetkan negara berdaulat yang bertekad untuk menjalankan hak penentuan nasib sendiri dan mempertahankan kemerdekaan serta martabatnya,” ujar Esmaeil Baqaei dalam sebuah unggahan di akun X miliknya pada hari Minggu.

Baca juga: Menlu Iran Araghchi akan bertemu Menlu Rusia Lavrov di Tiongkok

“Sebagai kelanjutan dari ‘blokade’ ekonomi kriminalnya terhadap Kuba, AS telah memberlakukan serangkaian sanksi baru terhadap rakyat Kuba. Kami dengan tegas mengutuk tindakan tidak manusiawi ini yang melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan berdampak buruk pada hak asasi manusia fundamental rakyat Kuba,” ujarnya.

“Langkah-langkah koersif sepihak yang tidak adil dan melanggar hukum seperti itu tidak akan pernah memengaruhi tekad rakyat Kuba dan kepemimpinan mereka dalam melawan keinginan Amerika yang dominan. Iran, yang telah menanggung sanksi ilegal AS selama puluhan tahun, menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat dan pemerintah Kuba dan mendoakan mereka agar terus kuat dan tangguh,” tambah juru bicara tersebut.

Pada 12 Juli, Departemen Luar Negeri AS menjatuhkan sanksi kepada para pejabat senior Kuba, termasuk Presiden Miguel Diaz-Canel.

Baca juga: Pezeshkian Peringatkan Peran Destabilisasi Israel di Kawasan

Pada bulan Januari, Presiden AS saat itu, Joe Biden, telah menghapus Kuba dari daftar hitam negara-negara yang mensponsori terorisme.

Namun, Donald Trump mengembalikan Kuba ke daftar hitam segera setelah kembali ke Gedung Putih, saat ia melanjutkan kampanye “tekanan maksimum” terhadap Kuba yang menjadi ciri khas kebijakan luar negerinya selama masa jabatan pertamanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *