Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah memperingatkan peran destruktif Israel di kawasan, dan mendesak negara-negara di kawasan untuk memperkuat persatuan guna melawan rencana-rencana rezim tersebut.
Baca juga: Pezeshkian: Jendela Diplomasi Masih Terbuka, Tetapi Musuh Jangan Lagi Salah Perhitungan
Dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Irak Abdul Amir al-Shammari di Teheran pada hari Senin, Pezeshkian mengatakan bahwa peran rezim Israel mengganggu perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut.
“Rezim Zionis adalah proyek sistem arogan untuk melemahkan, menduduki, dan menjarah sumber daya negara-negara [regional] serta memecah belah kawasan,” tambahnya.
“Kita harus bersatu dalam menghadapi musuh bersama seperti itu, saling mendukung, dan dengan gigih menghindari perpecahan dan dualitas,” tegasnya.
Presiden memuji hubungan persaudaraan Teheran-Baghdad, yang didasarkan pada ikatan agama dan budaya yang mendalam, dan mencatat bahwa Iran akan melakukan upaya lebih lanjut untuk memperkuat persatuan dan koherensi di antara negara-negara Muslim.
Ia menyatakan kesiapan Iran untuk memperkuat kerja sama dengan Irak di segala bidang.
Baca juga: Bulan Sabit Merah Iran: Serangan Israel secara Tidak Proporsional Menyerang Warga Sipil bukan Milisi
Menteri Dalam Negeri Irak, sementara itu, menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Iran atas kemenangan perlawanan mereka terhadap rezim Israel selama 12 hari agresinya terhadap Republik Islam.
Shammari mengatakan pemerintah Irak sedang mengerahkan segenap kapasitasnya untuk menampung jutaan peziarah yang berencana memperingati Arbain, hari ke-40 setelah wafatnya Imam Hussein, Imam Syiah ketiga dan cucu Nabi Muhammad (saw).


