Senator AS: Trump Gagal Mencapai Tujuan Perang Terhadap Iran

KOngres

Washington, Purna Warta – Seorang senator senior Amerika Serikat dalam hari kedua sidang dengar pendapat Kongres yang dihadiri Menteri Pertahanan negara tersebut mengakui kegagalan pemerintahan Donald Trump dalam mencapai tujuannya dalam perang terhadap Iran.

Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, Jack Reed, senator senior dari Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, dalam sidang tersebut yang juga dihadiri Menteri Pertahanan Pete Hegseth, menyatakan bahwa serangan terhadap Iran menyebabkan penutupan Strait of Hormuz dan menewaskan 14 warga Amerika.

Ia menambahkan bahwa kekuatan militer tanpa strategi yang jelas akan membuka jalan menuju kegagalan.

Senator tersebut, dengan merujuk pada kegagalan rencana negaranya terhadap Iran, mengakui bahwa sistem pemerintahan Iran masih tetap bertahan. Program rudal negara tersebut juga tetap berjalan, dan konflik kini telah mencapai kebuntuan.

Reed menyatakan: pemerintahan Trump telah gagal dalam mencapai tujuan jangka panjangnya dalam perang terhadap Iran. “Kami ingin mendengar pembenaran dan alasan di balik serangan ini,” ujarnya.

Ketegangan dalam sidang Kongres

Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam pertemuan dengan anggota Kongres secara terbuka menghindari menjawab pertanyaan terkait agresi negaranya terhadap Iran, atau bahkan menghadapi respons bernada sindiran.

Dalam sidang tersebut, ketika ia berbicara mengenai “kemenangan” Amerika dalam agresi terhadap Iran, ia dihadapkan pada pertanyaan dari Seth Moulton: “Apakah Anda menyebut penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai kemenangan?”

Hegseth menjawab: “Blokade yang kami lakukan tidak memungkinkan apa pun masuk atau keluar dari Iran…”

Namun, Moulton memotong dan menyindir: “Jadi mereka mengepung kita, dan kita mengepung pengepungan mereka? Ini seperti Presiden James Madison mengatakan Inggris membakar Washington, tapi jangan khawatir, kita juga akan membakarnya.”

Insiden dalam sidang

Dalam sesi tersebut, salah satu peserta yang hadir juga melontarkan protes keras kepada Menteri Pertahanan AS dengan mengatakan: “Kamu adalah penjahat perang, kamu harus ditangkap. Apa yang kamu lakukan itu menjijikkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *