Duta Besar Israel: Jika Hizbullah Tetap Berada di Sana, Kami Juga Akan Tetap Bertahan

Safir Israel

Al-Quds, Purna Warta – Rezim Zionis dan Lebanon akan menggelar putaran keenam perundingan mereka pada Selasa dan Rabu di Roma.

Baca juga: Mengapa Hizbullah Menentang Kesepakatan yang Didukung Washington?

Putaran keenam perundingan antara rezim Israel dan Lebanon akan berlangsung pada Selasa dan Rabu di Roma.

Mengutip laporan ISNA, perundingan tersebut akan berlangsung pada tingkat duta besar Israel dan Lebanon untuk Amerika Serikat. Perwakilan Israel adalah Yechiel Leiter, sementara perwakilan Lebanon adalah Nada Moughaddam.

Dalam wawancara dengan jaringan televisi CBS News, Leiter mengatakan:

“Israel, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), dan Angkatan Darat Lebanon sedang mempersiapkan kondisi untuk membentuk dua wilayah percontohan di Lebanon Selatan, sehingga tentara Israel dapat ditarik dari wilayah tersebut.”

duta besar Israel itu menambahkan:

“Jika Angkatan Darat Lebanon menyetujui untuk mengambil tanggung jawab atas dua wilayah percontohan tersebut, kami akan melanjutkan proses ini. Namun, jika Hizbullah tetap berada di sana, kami juga akan tetap berada di pangkalan-pangkalan kami.”

Salah satu isu utama dalam perundingan tersebut adalah penerapan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mengakhiri perang Israel–Hizbullah pada 2006. Resolusi itu menyerukan agar wilayah selatan Sungai Litani bebas dari keberadaan kelompok bersenjata selain pasukan resmi Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Israel selama ini menuntut agar Hizbullah ditarik jauh dari wilayah perbatasan dan kehilangan kemampuan militernya di Lebanon Selatan. Sebaliknya, Hizbullah menolak pelucutan senjata dengan alasan bahwa keberadaan militernya diperlukan sebagai pencegah terhadap kemungkinan serangan Israel.

Pemerintah Lebanon berada dalam posisi yang sulit karena harus menyeimbangkan tekanan internasional, terutama dari Amerika Serikat, dengan realitas politik domestik. Hizbullah merupakan salah satu kekuatan politik terbesar di Lebanon sekaligus memiliki struktur militer yang jauh lebih kuat dibandingkan sebagian besar kelompok domestik lainnya.

Baca juga: Serangan Baru Israel Tewaskan Lima Warga Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

Rencana pembentukan “dua wilayah percontohan” yang disebut oleh Leiter menunjukkan pendekatan bertahap, di mana Israel tampaknya mengaitkan kemungkinan penarikan pasukan dengan kemampuan militer Lebanon untuk mengambil alih keamanan wilayah tersebut. Namun, isu utama yang masih menjadi hambatan adalah keberadaan senjata dan pasukan Hizbullah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *