Purna Warta –
Selebrasi Lautaro Martinez usai mencetak gol ke gawang Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026 memicu perdebatan. Banyak yang mempertanyakan mengapa penyerang Argentina itu tidak menerima kartu kuning kedua.
Martinez sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning. Jika kembali diganjar kartu, ia dipastikan diusir keluar lapangan sekaligus absen saat Argentina menghadapi Inggris di semifinal.
Usai memastikan kemenangan 3-1 Argentina, Martinez melompati papan reklame dan merayakan gol bersama para pendukung. Namun, wasit Joao Pinheiro memilih tidak memberikan hukuman.
Keputusan tersebut memunculkan banyak pertanyaan. Padahal, tindakan sang wasit masih sesuai dengan Peraturan Permainan yang berlaku.
Banyak yang mengira setiap pemain yang mendekati suporter otomatis harus menerima kartu kuning. Faktanya, aturan tidak menyebutkan demikian.
Dalam Peraturan 12, pemain diperbolehkan merayakan gol selama tidak dilakukan secara berlebihan. Meninggalkan lapangan untuk merayakan gol juga bukan pelanggaran yang otomatis berbuah kartu kuning.
Kartu kuning baru wajib diberikan jika pemain memanjat pagar pembatas atau mendekati penonton dengan cara yang menimbulkan persoalan keselamatan maupun keamanan. Wasit juga dapat menghukum pemain yang bersikap provokatif, mengejek, atau menghasut.
Selain itu, melepas jersey atau mengenakan masker saat selebrasi juga termasuk tindakan yang harus diganjar kartu kuning. Semua ketentuan tersebut menjadi dasar keputusan wasit di lapangan


