PDIP Bahas Kongres 2025: Djarot Singgung Hak Prerogatif Ketum Soal Sekjen

Jakarta, Purna Warta – Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, angkat bicara mengenai sosok Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP ke depan yang akan ditentukan dalam Kongres PDIP 2025. Ia menyebut peluang Hasto Kristiyanto untuk kembali menjabat sebagai Sekjen masih terbuka, namun menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum terpilih.

Baca juga: Gubernur Jakarta Pramono Anung Tertibkan Pedagang Hewan Kurban di Pinggir Jalan 

“Begini, di dalam kongres itu, ketua umum terpilih itu mempunyai hak preogratif untuk menyusun kepengurusan, termasuk sekretaris jenderal. Bukannya sekretaris jenderal. Semuanya, ya. Sehingga tidak bisa dipisahkan, sekjennya, ketua-ketua yang lain, ya,” kata Djarot di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (1/6/2025).

Djarot menjelaskan bahwa dalam kongres, hanya posisi ketua umum yang dipilih langsung oleh peserta kongres. Setelah itu, ketua umum terpilih memiliki kewenangan penuh untuk menentukan struktur kepengurusan partai, termasuk posisi sekjen.

“Nah, ini menjadi kewenangan penuh dari ketua umum. Karena yang dipilih, sekali lagi, yang dipilih oleh kongres itu hanya ketua umum. Dan ketua umum kemudian akan menyusun kepengurusan,” ujar Djarot.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kongres merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi partai politik. Oleh karena itu, seluruh proses pengambilan keputusan strategis dilakukan dalam kerangka kedaulatan kongres.

“Kenapa? Karena kongres itu adalah institusi paling tinggi di partai. Forum tertinggi di partai. Oleh sebab itu tunggu saja. Tergantung siapa,” tambahnya.

Saat ditanya lebih lanjut soal kemungkinan Hasto Kristiyanto kembali menjadi Sekjen PDIP, Djarot enggan berspekulasi. Ia menyatakan bahwa posisi Sekjen masih dipegang oleh Hasto hingga saat ini.

“Wah itu kita tidak bisa menduga-duga seperti itu, ya. Tapi yang jelas, sekjen sekarang masih Pak Hasto Kristiyanto,” imbuhnya.

Sementara itu, Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey sebelumnya telah menjelaskan alasan mengapa Kongres PDIP belum juga digelar hingga pertengahan 2025. Menurutnya, saat ini partai masih melakukan berbagai pembenahan internal guna memastikan penyelenggaraan kongres berjalan lancar dan aman.

“Nggak ada yang ditunggu, kan kadang-kadang Ibu kan selalu melihat suasana. Kan kita baru habis pilkada, ada hal-hal yang harus kita benahi, internal dan lain-lain, supaya Kongres itu berjalan aman,” terang Olly kepada wartawan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (31/5).

Baca juga: PDIP Ingatkan Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Harus Berdasar Fakta, Bukan Sisi Pemenang

Olly memastikan bahwa Kongres PDIP tetap akan digelar pada tahun 2025 sesuai keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Hanya saja, tanggal pastinya masih menunggu pembicaraan lebih lanjut.

“Kongres sudah diputuskan oleh Ibu Megawati di tahun 2025, tanggal dan bulannya nanti saya akan ketemu lagi. Ya bisa saja (akhir tahun), yang penting kita rapat, kita putus tahun 2025 harus lakukan Kongres,” jelas Olly.

Ia menambahkan, penetapan waktu kongres tinggal menunggu arahan dari Megawati.

“Tinggal tunggu tanggal berapa, saya belum bertemu sama Ibu, nanti saya tanya. Nanti setelah itu saya kasih tahu sama kalian,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *