Jakarta, Purna Warta – Polisi saat ini tengah menyelidiki insiden tragis yang menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya dalam acara pesta rakyat pernikahan putra Gubernur Jawa Barat, Maulana Akbar, dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina. Acara yang berlangsung di Alun-alun Garut itu berujung duka, dan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menyatakan akan bersikap kooperatif penuh terhadap proses hukum yang berjalan.
Baca juga: Ribuan Driver Ojol Demo di Istana, Tuntut 5 Hal Mendesak pada 21 Juli 2025
“Enggak ada masalah. Kan semua orang kedudukannya sama di depan hukum. Mau anak saya, mau diri saya sendiri kan kalau dipanggil harus datang dan memberikan keterangan secara benar. Bagi saya enggak ada masalah,” ujar Dedi, Sabtu (19/7/2025).
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ia tidak akan menghalangi penyelidikan, bahkan mendukung penuh agar investigasi dilakukan secara transparan. Ia berkomitmen untuk memberikan akses penuh demi terungkapnya fakta.
“Saya orang yang ingin selalu terbuka. Setiap problem yang terjadi yang itu menjadi peristiwa hukum, saya dengan lapang dada dan dengan tangan terbuka bahkan mendukung upaya investigatif atau upaya penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Jabar,” katanya.
Baca juga: Kaesang Pangarep Terpilih Kembali sebagai Ketum PSI, Targetkan Dominasi di Pemilu 2029
“Lakukan secara transparan agar publik mendapat penjelasan yang objektif,” imbuhnya, menekankan pentingnya akuntabilitas.
Saat ini, polisi fokus menyelidiki penyebab utama kericuhan dalam acara makan gratis tersebut. Selain tiga korban meninggal, insiden itu juga mengakibatkan delapan orang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara 19 lainnya dirawat jalan.


