Washington, Purna Warta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam wawancara dengan Channel 12 Israel bahwa dirinya memutuskan menghentikan sementara serangan terhadap Iran atas permintaan negara-negara mediator dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Ia juga mengklaim bahwa waktu yang tersedia untuk mencapai kesepakatan melalui jalur diplomatik sangat terbatas.
Menurut laporan Khabar Online, Trump menyatakan:
“Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat mendalam dengan Iran. Jika pembicaraan ini tidak membuahkan hasil, kami akan kembali melakukan tindakan militer yang sangat kuat.”
Channel 12 Israel menjelaskan bahwa proses perundingan tersebut terutama berlangsung melalui mediasi Oman. Selain itu, Qatar, Pakistan, Mesir, serta utusan khusus Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, disebut berperan aktif dalam upaya diplomatik tersebut.
Ketika ditanya berapa lama ia bersedia memberikan kesempatan kepada proses diplomasi, Trump menjawab:
“Tidak lama. Proses ini harus bergerak cepat, atau tidak akan terjadi sama sekali.”
Trump kembali menegaskan bahwa apabila pembicaraan gagal mencapai hasil, Amerika Serikat akan kembali menempuh opsi militer.
Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk menangguhkan serangan pada hari Jumat diambil setelah negara-negara yang menjadi mediator antara Washington dan Teheran, serta beberapa negara Timur Tengah lainnya, meminta agar negosiasi diberi kesempatan lebih lanjut.
Trump mengatakan:
“Semua pihak yang terlibat dalam pembicaraan dengan Iran meminta saya: ‘Jangan menembak.'”
Ia menambahkan bahwa menurut penilaiannya, Iran juga menginginkan tercapainya sebuah kesepakatan.
Menjelaskan alasan menerima permintaan para mediator, Trump mengatakan:
“Ada sesuatu yang bisa diperoleh, dan ada sesuatu yang bisa hilang.”
Ia juga mengklaim bahwa sejak penangguhan serangan diberlakukan, harga minyak dunia mengalami penurunan dan pasar saham menunjukkan penguatan.


