Al-Quds, Purna Warta – Pasukan pendudukan Israel telah melakukan penggerebekan terhadap pusat pelatihan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Kamp Pengungsi Qalandia, utara Al-Quds Timur (Yerusalem Timur) yang diduduki, serta menahan sejumlah staf pengajar dan administrasi yang berada di dalam fasilitas tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Senin, Kegubernuran Al-Quds melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu pusat pelatihan tersebut, menembakkan granat gas air mata ke dalam kompleks, serta membatasi para staf pengajar dan administrasi di salah satu aula gedung. Tentara Israel juga dilaporkan naik ke atap gedung komite lokal kamp pengungsi selama operasi berlangsung.
Penggerebekan tersebut terjadi setelah operasi militer Israel sepanjang malam di Kamp Pengungsi Qalandia sejak Minggu malam hingga Senin pagi. Dalam operasi itu, pasukan pendudukan Israel menyerbu sejumlah lingkungan, menembakkan granat kejut dan gas air mata yang kemudian memicu kebakaran.
Serangan terbaru ini terjadi sekitar enam minggu setelah pihak kegubernuran memperingatkan adanya rencana Israel untuk menghancurkan pusat pelatihan UNRWA tersebut. Pada 11 Juni, pihak kegubernuran menyatakan bahwa otoritas Israel sedang melanjutkan rencana pembangunan kompleks baru di atas tanah yang digunakan oleh pusat pelatihan tersebut.
Menurut UNRWA, pusat pelatihan itu melayani sekitar 350 pelajar berusia 15 hingga 19 tahun dan berdiri di atas lahan yang diberikan kepada badan PBB tersebut oleh pemerintah Yordania sebelum pendudukan Israel atas Tepi Barat pada tahun 1967.
Pejabat Palestina menuduh Israel melakukan penyitaan tanah serta secara sistematis melemahkan lembaga-lembaga Palestina dan internasional yang beroperasi di Al-Quds Timur sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat pendudukan atas kota tersebut dan mengubah karakter demografis serta budayanya.
Menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok (Colonization and Wall Resistance Commission), otoritas Israel melakukan 341 penghancuran bangunan dalam enam bulan pertama tahun ini, menghancurkan 740 bangunan Palestina dan berdampak terhadap 923 warga Palestina.


