United Staff for Gaza Bela Francesca Albanese, Kecam Tuduhan ‘Pedas dan Tak Berdasar’ dari Menteri-Menteri Eropa

Albanese

Washington, Purna Warta – United Staff for Gaza, sebuah kolektif personel PBB, menyatakan dukungan kuat terhadap Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, menyusul serangan dari sebuah LSM pro-Israel dan sejumlah pejabat pemerintah Eropa.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, ratusan staf PBB yang tergabung dalam kelompok tersebut menolak langkah pemerintah-pemerintah Eropa yang menargetkan Albanese.

“United Staff for Gaza menyesalkan disinformasi dan misinformasi yang beredar dalam beberapa hari terakhir terkait Pelapor Khusus Albanese, yang kemudian diadopsi oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Jerman, dan lainnya dalam melontarkan tuduhan tak berdasar dan bernada pedas terhadap Pelapor Khusus,” demikian pernyataan kelompok itu pada Jumat.

Kelompok tersebut menyerukan “penghentian serangan pribadi, ancaman, intimidasi, dan disinformasi yang menargetkan badan-badan PBB, pemegang mandat, serta personel,” seraya memperingatkan bahwa tindakan semacam itu merusak integritas Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mekanisme hak asasi manusianya.

Menurut situs resminya, United Staff for Gaza berfungsi sebagai wadah bagi “rekan-rekan PBB di seluruh dunia, tanpa memandang bidang kerja mereka, untuk menyuarakan penolakan terhadap terjadinya kejahatan atrocity massal di Jalur Gaza dan membantu membela Piagam PBB.”

Dalam beberapa hari terakhir, Albanese menghadapi serangan berulang dari tokoh dan organisasi pro-Israel, termasuk UN Watch, sebuah LSM berbasis di Jenewa yang dikenal dengan advokasi pro-Israel.

Sejumlah pemerintah Eropa juga menyerukan pengunduran diri Albanese, menggemakan tuduhan yang pertama kali diedarkan oleh LSM tersebut.

Serangan terhadap Albanese pada gilirannya memicu sorotan terhadap pejabat-pejabat Barat yang dituduh memperkuat klaim tak berdasar terhadap seorang pakar HAM PBB.

Ia juga mendapat dukungan dari UNRWA, yang dalam pernyataannya menyebut bahwa serangan terbaru terhadapnya “bertujuan membungkam suaranya dan melemahkan salah satu mekanisme pelaporan HAM independen yang masih tersisa.”

“Pernyataan kami bukan hanya untuk mendukungnya, tetapi untuk menentang seluruh kampanye fitnah yang tidak benar yang menargetkan PBB dan para pembela hak asasi warga Palestina di seluruh dunia, termasuk UNRWA,” ujar Dali ten Hove, mantan staf PBB dan anggota United Staff for Gaza, sebagaimana dikutip.

Dukungan terhadap Albanese meluas melampaui PBB. Lebih dari 100 seniman secara terbuka membelanya di tengah meningkatnya seruan pengunduran dirinya dari pemerintah dan kelompok advokasi pro-Israel.

Albanese merupakan salah satu figur global paling menonjol yang secara terbuka mengecam Israel atas perang di Gaza yang ia sebut sebagai genosida, serta mengadvokasi hak-hak rakyat Palestina secara lebih luas—posisi yang memicu kritik berkelanjutan dari pemerintah dan organisasi Barat yang pro-Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *