Purna Warta – Kelompok peretas internasional Handala mengklaim bahwa seorang pejabat senior badan intelijen Israel, Mossad, tewas setelah terjadi ledakan bom pada kendaraan pribadinya.
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan melalui platform X, Handala menyatakan bahwa mereka telah melaksanakan operasi pengeboman kendaraan yang ditargetkan dan merilis sebuah video bersamaan dengan klaim tanggung jawab tersebut.
Menurut kelompok itu, seorang direktur senior dari “unit infiltrasi baru” Mossad yang terkait dengan apa yang disebut sebagai “berkas Iran” tewas dalam ledakan yang terjadi pada pagi hari setelah sebuah bom dipasang di kendaraannya di Jalan Raya 20.
Handala menambahkan bahwa operasi tersebut merupakan hasil dari berbulan-bulan pengumpulan intelijen, pemantauan, dan pengawasan terhadap target.
Ledakan di Jalan Raya Utama Tel Aviv
Klaim tersebut muncul setelah sebuah mobil meledak di salah satu jalan raya utama Tel Aviv pada jam sibuk Kamis pagi, yang mengakibatkan satu orang tewas.
Ledakan terjadi di Jalan Raya 20 (Ayalon Highway), dekat Simpang Holon, salah satu jalur lalu lintas tersibuk di kawasan metropolitan Tel Aviv.
Layanan darurat Israel, Magen David Adom, menyatakan menerima laporan mengenai ledakan tersebut sekitar pukul 09.20 pagi.
Petugas medis menemukan seorang korban dalam kondisi kritis di lokasi kejadian. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Insiden tersebut memicu pengerahan besar-besaran aparat kepolisian dan layanan darurat. Polisi Israel menyatakan bahwa sebuah bom dengan berat sekitar setengah kilogram meledak di dalam kendaraan tersebut.
Laporan awal menyebut korban adalah seorang pria berusia 27 tahun. Namun, pembaruan informasi berikutnya menyatakan bahwa korban merupakan seorang mantan polisi wanita berusia 35 tahun.
Handala Tantang Otoritas Israel
Dalam pernyataannya, Handala menantang otoritas Israel untuk secara terbuka mengonfirmasi identitas korban, seraya menyoroti apa yang mereka sebut sebagai ketidakmampuan aparat keamanan Israel dalam melindungi tokoh-tokoh penting.
Kelompok tersebut juga memperingatkan bahwa bahkan individu yang berada di bawah perlindungan paling ketat sekalipun tidak kebal terhadap jangkauan operasi mereka.
“Apakah lembaga-lembaga keamanan rezim Israel berani mengatakan kebenaran, atau mereka akan terus menyangkalnya?” demikian bunyi pernyataan Handala.
Profil Singkat Handala
Handala pertama kali muncul pada Desember 2023 dan sejak itu mengklaim telah melancarkan berbagai operasi siber terhadap target-target Israel dan Amerika Serikat.
Aktivitas yang diklaim kelompok tersebut mencakup:
- Kebocoran data (data leaks).
- Pengungkapan identitas pribadi (doxing).
- Perusakan atau penggantian tampilan situs web (website defacement).
Handala juga sebelumnya mengaku telah melakukan pengawasan terhadap personel Mossad serta membocorkan dokumen yang berisi identitas sejumlah agen intelijen Israel.
Hingga saat ini, klaim Handala mengenai tewasnya seorang pejabat senior Mossad dalam ledakan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang Israel.


