11 Terluka Saat Protes atas Kematian Seorang Pria Saat Penangkapan Polisi Berubah menjadi Kekerasan di Italia Utara

Roma, Purna Warta – Sebelas orang terluka setelah protes di kota Bologna di Italia utara atas kematian seorang pria selama penangkapan polisi berubah menjadi kekerasan pada Senin malam, menurut kantor berita Italia ANSA pada Selasa.

“Seruan keluarga kami bukanlah seruan kebencian. Kami di sini untuk menuntut kebenaran, keadilan dan martabat,” kata keponakan Abderrahim Fakir, Yossra Fakir, kepada para demonstran selama unjuk rasa, Anadolu Agency melaporkan.

Ribuan orang berkumpul di Bologna sebelum sebagian dari massa berbaris menuju prefektur dan markas polisi, di mana ketegangan meningkat, yang menyebabkan bentrokan selama beberapa jam.

Polisi dilaporkan menggunakan gas air mata, semprotan merica, dan meriam air untuk membubarkan demonstran, sementara beberapa pengunjuk rasa melemparkan botol, kembang api, dan benda lainnya.

Beberapa kendaraan dibakar dan properti di pusat kota rusak selama kerusuhan.

Keluarga Fakir kemudian menjauhkan diri dari kekerasan tersebut.

“Mereka yang melakukan tindakan kriminal di Bologna adalah teman dari mereka yang mencoba menyangkal kebenaran dan keadilan bagi Fakir,” kata pengacara keluarga tersebut, Fabio Anselmo.

Fakir, seorang pria Maroko berusia 42 tahun, meninggal pada hari Minggu saat ditahan oleh polisi saat ditangkap di Bologna.

Berdasarkan temuan awal, petugas melakukan intervensi setelah dia diduga mengalami krisis kejiwaan dan berperilaku agresif. Polisi dilaporkan menggunakan semprotan merica sebelum menahannya.

Jaksa Italia telah membuka penyelidikan untuk mengetahui keadaan dan penyebab kematiannya. Penyelidikan tersebut melibatkan dua petugas polisi dan empat petugas tanggap darurat yang ambil bagian dalam operasi tersebut.

Kasus ini telah menarik reaksi politik di seluruh Italia, dengan tokoh-tokoh oposisi menyerukan penyelidikan yudisial secara penuh, sementara anggota koalisi pemerintah mendesak agar menunggu hasil penyelidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *