Al-Quds, Purna Warta – Seorang pemukim Israel menabrakkan kendaraan ATV ke seorang pria Palestina saat korban sedang berlutut berdoa di pinggir jalan di Tepi Barat yang diduduki. Insiden terbaru ini menyoroti meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina.
Baca juga: Menlu Mesir: Kairo Terima Tiga Usulan untuk Menerima Pemindahan Paksa Penduduk Gaza
Rekaman yang beredar di media Palestina pada Kamis menunjukkan pemukim tersebut, yang membawa senapan, mengemudikan kendaraannya secara langsung ke arah pria yang sedang salat di dekat desa Deir Jarir, di utara kota Ramallah.
Korban terjatuh ke tanah dan dibiarkan tergeletak dalam kondisi terluka, sementara pelaku turun dari kendaraannya, berteriak kepadanya, serta memerintahkannya untuk meninggalkan area tersebut sebelum akhirnya pergi.
Pemukim Diidentifikasi sebagai Tentara Cadangan Israel
Militer Israel kemudian mengonfirmasi bahwa pemukim yang terlihat dalam video tersebut merupakan seorang tentara cadangan Israel.
Penyelidikan awal militer juga menemukan bahwa tentara cadangan yang sama sebelumnya telah melepaskan tembakan di dalam desa tersebut saat mengenakan pakaian sipil.
Hingga kini, tidak ada penangkapan yang dilakukan terkait serangan menggunakan kendaraan ATV tersebut.
Majdi Abu Mokho, ayah dari warga Palestina yang terluka, mengatakan bahwa putranya mengalami rasa sakit di kedua kaki akibat tabrakan tersebut. Ia mengidentifikasi pelaku sebagai seorang pemukim yang telah mendirikan pos ilegal di dekat desa dan kerap memprovokasi warga dengan menutup jalan serta menggembalakan ternak di sekitar permukiman.
Insiden ATV itu terjadi di tengah serangkaian serangan lain oleh pemukim Israel yang dilaporkan di wilayah pendudukan pada hari yang sama.
Media Palestina juga menerbitkan video yang menunjukkan sedikitnya lima pemukim melempari batu dan melepaskan tembakan di dalam desa Deir Jarir sebelumnya pada hari itu, yang melukai seorang pemuda Palestina. Laporan mengenai korban luka tambahan masih dalam proses pemeriksaan.
Dalam insiden terpisah, lima pemukim Israel menyerang sebuah rumah warga Palestina di kota Sa’ir, di utara kota al-Khalil (Hebron). Serangan tersebut melukai seorang bayi perempuan berusia delapan bulan, yang mengalami luka di wajah dan kepala setelah batu menghancurkan jendela rumah keluarganya.
Di wilayah lain di selatan Tepi Barat, para pemukim membakar sebuah buldoser di desa Beit Fajjar dan menyemprotkan grafiti bertuliskan “balas dendam”. Tidak ada penangkapan yang dilaporkan dalam kasus tersebut.
Rangkaian insiden ini terjadi setelah peringatan dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, yang pekan lalu mengecam meningkatnya kekerasan oleh pemukim Israel ilegal terhadap warga sipil Palestina yang tidak bersenjata serta harta benda mereka di seluruh wilayah Tepi Barat.
Dalam pernyataannya di New York, Guterres menegaskan kewajiban untuk menegakkan hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia di seluruh wilayah pendudukan, termasuk al-Quds Timur.


