Cile Tetapkan Hari Persahabatan dan Solidaritas dengan Palestina Setiap 7 Januari

Solidaritas

Santiago, Purna Warta – Cile resmi memberlakukan undang-undang yang menetapkan tanggal 7 Januari sebagai Hari Persahabatan dan Solidaritas Cile-Palestina, yang diperingati setiap tahun. Penetapan ini merupakan pengakuan terhadap hubungan historis kedua bangsa sekaligus penegasan kembali komitmen Cile terhadap hak asasi manusia rakyat Palestina.

Undang-Undang Nomor 21.843 tersebut diterbitkan dalam Lembaran Negara Resmi Cile pada Jumat, setelah disetujui oleh Kongres. Peringatan resmi pertama akan diselenggarakan pada 7 Januari 2027, bertepatan dengan 16 tahun sejak Cile mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat.

Undang-undang tersebut menetapkan peringatan tahunan dan membuka ruang bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan untuk merayakan hubungan Cile-Palestina. Aturan ini juga menegaskan komitmen Cile terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta hak-hak rakyat Palestina.

Rancangan undang-undang tersebut pertama kali diajukan pada Januari 2024. Setelah melalui sejumlah perubahan di Senat, rancangan itu kembali ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk menjalani pemungutan suara terakhir pada 22 September. Rancangan tersebut memperoleh 100 suara di majelis rendah dan 30 suara di Senat.

Senator Vlado Mirosevic mendukung inisiatif tersebut dengan menyoroti kedudukan komunitas Palestina dalam kehidupan masyarakat Cile.

“Saya memilih mendukung rancangan undang-undang ini karena hal yang dibicarakan di sini bukanlah sesuatu yang asing bagi Cile; ini berbicara tentang diri kita sendiri dan sejarah kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kontribusi warga keturunan Palestina terhadap perkembangan industri, sosial, dan kebudayaan di negara tersebut.
‘Tidak terpisahkan dari jiwa Cile’
Senator Sergio Gahona turut menekankan pentingnya komunitas Palestina bagi masyarakat Cile. Ia mengatakan bahwa penetapan hari peringatan tersebut merupakan bentuk “pengakuan mendalam terhadap sebuah komunitas yang menjadi bagian tak terpisahkan dari jiwa bangsa kita.”

Ia secara khusus menyoroti keluarga-keluarga keturunan Palestina yang berasal dari Bethlehem, Beit Jala, dan Beit Sahour.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Carolina Tello mengatakan bahwa peringatan tahunan tersebut akan membuka peluang untuk mempromosikan hak asasi manusia dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Ia juga berharap penetapan itu dapat membantu mencegah terulangnya tragedi seperti yang telah menimpa rakyat Palestina akibat tindakan rezim Israel di wilayah Palestina dan tempat-tempat lainnya. Ia menegaskan, “Tidak untuk genosida di Palestina.”

Kedutaan Besar Palestina di Cile menyambut baik pemberlakuan undang-undang tersebut dan menyebutnya sebagai tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua pihak. Kedutaan menyatakan bahwa undang-undang itu mengakui sejarah bersama serta ikatan kuat antara rakyat Cile dan Palestina.

Tanggal 7 Januari dipilih untuk memperingati pengakuan Cile terhadap Palestina pada tanggal yang sama pada 2011, ketika negara tersebut dipimpin oleh Presiden Sebastián Piñera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *