Hamas: Para Pejabat Israel Saling Berlomba Membunuh Warga Palestina

Hamas israel

Al-Quds, Purna Warta – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengecam keras meningkatnya serangan yang dilakukan oleh para pemukim ilegal Israel dan militer terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Hamas menyatakan bahwa para pejabat Israel seolah-olah saling berlomba dalam melakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, kelompok yang berbasis di Gaza tersebut menyebut serangan kriminal Israel yang terus berlangsung di Tepi Barat—disertai penggerebekan, penculikan, penghancuran rumah, dan pengusiran paksa keluarga dari tempat tinggal mereka—sebagai kelanjutan dari agresi terhadap rakyat Palestina yang tertindas.

Hamas menegaskan bahwa berbagai kekejaman tersebut tidak akan berhasil mematahkan tekad rakyat Palestina yang tangguh, ataupun memisahkan mereka dari tanah air dan hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut.

“Diperlukan sikap nasional yang bersatu dan tindakan internasional yang serius untuk menghentikan kebijakan kriminal, kebrutalan, dan tindakan sewenang-wenang rezim pendudukan. Langkah-langkah ini akan memberikan efek jera terhadap entitas Zionis dan para pemimpinnya, yang saling berlomba dalam membunuh warga Palestina,” demikian pernyataan Hamas.

Kelompok perlawanan tersebut juga menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Palestina di Tepi Barat dan menyerukan penguatan segala bentuk dukungan untuk menghadapi langkah-langkah Israel yang semakin meningkat.

“Bangsa kami akan tetap teguh dan tidak akan pernah melepaskan tanah airnya, maupun hak untuk memperoleh kebebasan dan martabat. Serangan rezim Israel, disertai tindakan kriminal para pemukim ilegal, hanya akan membangkitkan kemarahan rakyat dan semakin memperkuat tekad warga Palestina untuk menempuh jalan perlawanan,” tegas Hamas.
Netanyahu: Ada “Kejutan Besar” yang Menanti Otoritas Palestina
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dirinya telah menyiapkan sebuah “kejutan besar” bagi Otoritas Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia memerintahkan operasi militer besar-besaran di Tepi Barat yang diduduki, menyusul serangan mematikan terhadap tentara Israel di wilayah tersebut.

“Kami telah mengubah Timur Tengah. Saya mengatakan bahwa kami akan mengubah keadaan, dan kami telah melakukannya,” ujar Netanyahu pada Jumat malam dalam wawancara dengan saluran televisi Israel i24NEWS, ketika berkampanye menjelang pemilihan parlemen pada Selasa.

“Ada juga kejutan yang sangat besar yang sedang menanti Otoritas Palestina,” tambahnya tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Pada Jumat, dua warga Palestina menewaskan dua tentara Israel dalam sebuah operasi penembakan balasan di dekat al-Khalil. Keduanya kemudian ditembak mati oleh pasukan Israel di bagian selatan Tepi Barat.

Sementara itu, Wali Kota al-Khalil, Yousef al-Ja’bari, mengatakan bahwa hampir 2.200 warga Palestina telah dipaksa meninggalkan rumah mereka di kawasan al-Jalda dan Ein Deir Bahha. Pengusiran tersebut berlangsung ketika pasukan Israel terus melakukan penggerebekan di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Menurut kelompok hak asasi manusia Palestinian Prisoners’ Club, pasukan Israel menculik puluhan warga Palestina di berbagai wilayah Tepi Barat pada Sabtu.

Laporan menyebutkan bahwa penggerebekan berlangsung di 15 wilayah, termasuk Ramallah, Jenin, Nablus, Bethlehem, al-Quds (Yerusalem), al-Bireh, dan Birzeit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *