Al-Quds, Purna Warta – Para pemukim Israel menyerbu pelataran Masjid Al-Aqsa di al-Quds Timur yang diduduki dengan perlindungan pasukan Israel. Pada saat yang sama, rezim pendudukan terus melancarkan penggerebekan militer, penangkapan, penghancuran rumah, dan serangan oleh para pemukim di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Kantor berita Palestina WAFA, dengan mengutip Kegubernuran al-Quds, melaporkan pada Selasa bahwa puluhan pemukim menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Maroko dan melakukan ritual Talmud di bagian timur kompleks tersebut. Pembatasan di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua al-Quds juga masih diberlakukan.
Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang dikenal oleh umat Islam sebagai al-Haram al-Sharif, merupakan salah satu situs keagamaan paling sensitif di al-Quds Timur yang diduduki.
Kompleks tersebut dikelola oleh Wakaf Islam al-Quds yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf Yordania dan diperuntukkan bagi ibadah umat Islam.
Penyerbuan berulang kali oleh para pemukim Israel telah meningkatkan kekhawatiran mengenai upaya mengubah status quo yang telah lama berlaku di situs tersebut. Berdasarkan pengaturan status quo itu, pelaksanaan ritual Yahudi di dalam kompleks tersebut tidak diperbolehkan.
Penggerebekan dan penangkapan di berbagai wilayah Tepi Barat
Selain di al-Quds Timur yang diduduki, pasukan Israel melancarkan penggerebekan di sejumlah kegubernuran di Tepi Barat, menggeledah rumah-rumah dan menahan warga Palestina.
Operasi tersebut menyasar Jenin, Nablus, Tulkarem, Qalqilya, al-Bireh, dan al-Khalil (Hebron), memperluas rangkaian serbuan militer dan tindakan pemaksaan di wilayah Palestina yang diduduki.
Di Jenin, pasukan Israel menggerebek Arraba, Anin, Jaba, Meithalun, dan Qabatiya. Di Nablus, mereka menyerbu Qaryut, Awarta, Azmut, Salem, Burin, Tell, dan Surra. Sejumlah penangkapan dilaporkan terjadi, sementara tentara Israel mengubah sebuah gedung apartemen di Burin menjadi pos militer.
Di Qalqilya, pasukan Israel menggerebek Azzun dan menghancurkan sebuah rumah milik keluarga Shihab di kawasan an-Naqqar, kota tersebut.
Di al-Bireh, pasukan pendudukan menahan empat orang, menyita telepon seluler mereka, dan mengubah sebuah rumah di dekat pos pemeriksaan DCO menjadi pos militer.
Penggerebekan dan penggeledahan juga dilaporkan terjadi di Tulkarem dan al-Khalil. Di al-Khalil, tiga pemuda dilaporkan ditahan setelah dianiaya oleh pasukan Israel dalam penggerebekan di kawasan Ein Deir Baha.
Pemukim membakar kendaraan Palestina
Di dekat Awarta, sebelah tenggara Nablus, para pemukim membakar sebuah kendaraan milik warga Palestina. Di Umm Safa, sebelah barat laut Ramallah, kelompok pemukim lainnya membakar beberapa kendaraan dan menyemprotkan grafiti bernada permusuhan.
Pasukan Israel juga menghancurkan monumen peringatan yang didedikasikan untuk para syuhada Palestina di Rujeib, Madama, dan Azmut, di sebelah timur dan selatan Nablus.
Komisi Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Pemisah menyatakan bahwa pihaknya telah mendokumentasikan 13 serangan yang dilakukan oleh pasukan Israel dan para pemukim terhadap petani Palestina beserta lahan pertanian mereka di empat kegubernuran Tepi Barat pada Senin.
Kekerasan terus meningkat sejak perang di Gaza
Sejak Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023, Tepi Barat terus mengalami peningkatan penggerebekan militer Israel dan serangan oleh para pemukim. Situasi ini berlangsung bersamaan dengan perluasan pos-pos permukiman ilegal, pembangunan jalan khusus bagi para pemukim, serta pembatasan pergerakan warga Palestina yang semakin ketat.
Dalam tiga tahun terakhir, pasukan Israel dan para pemukim telah menewaskan lebih dari 1.210 warga Palestina dan melukai sekitar 13.350 orang lainnya di Tepi Barat yang diduduki.


