Al-Quds, Purna Warta – Menyusul pemilu yang hasil sementaranya belum menunjukkan jalan yang jelas bagi blok-blok yang bersaing untuk membentuk pemerintahan, pejabat politik tertinggi Israel meminta seluruh partai mengerahkan segala upaya untuk mencegah persaingan politik berlanjut ke putaran pemilu berikutnya.
Isaac Herzog, Presiden Israel, dalam pernyataan publik pertamanya setelah pemilu yang digelar kemarin, meminta seluruh partai politik melakukan segala yang mereka mampu untuk mencegah penyelenggaraan satu putaran pemilu nasional lagi. Seruan ini disampaikan ketika hasil sementara menunjukkan bahwa tidak satu pun dari dua blok utama berhasil memperoleh mayoritas yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan. Sementara itu, prospek politik untuk keluar dari kebuntuan tersebut masih sangat rumit.
Seruan untuk Berunding dengan Pikiran Terbuka
Berbicara di kediaman resminya di al-Quds (Yerusalem), Herzog secara langsung menyinggung hasil pemungutan suara kemarin yang masih belum memberikan kejelasan. Ia menekankan pentingnya fleksibilitas di kalangan partai politik.
Di hadapan para hadirin, ia mengatakan bahwa mereka berkewajiban mengerahkan segala upaya, terutama setelah peristiwa yang terjadi kemarin, untuk mencegah pemilu kembali digelar. Karena itu, ia berharap setiap politikus yang datang untuk berunding akan memasuki pembicaraan dengan pikiran terbuka dan kesiapan untuk bekerja sama.
Konsultasi Dimulai Setelah Pengesahan Mahkamah Agung
Mengenai prosedur hukum dan jadwal langkah-langkah selanjutnya, Herzog menyatakan bahwa ia memperkirakan akan menerima hasil resmi pemilu pada pekan depan dari Noam Sohlberg, hakim Mahkamah Agung.
Berdasarkan prosedur hukum yang berlaku, setelah menerima pengesahan resmi hasil pemilu, Presiden Israel akan memulai konsultasi intensif dengan masing-masing fraksi yang berhasil memperoleh kursi di Knesset untuk membentuk pemerintahan baru dan menunjuk orang yang akan diberi mandat membentuk pemerintahan tersebut.
Dalam bagian lain pidatonya, Herzog juga menyoroti tingkat partisipasi pemilih yang sangat tinggi dalam pemilu kali ini. Ia menilai partisipasi luar biasa tersebut mencerminkan kuatnya keinginan penduduk wilayah pendudukan terhadap demokrasi yang diklaim oleh rezim ini. Ia menyebutnya sebagai suatu kebanggaan bagi masyarakatnya.
Meski demikian, tingginya partisipasi pemilih sejauh ini belum mampu mengatasi kebuntuan politik yang rumit maupun ketiadaan mayoritas mutlak di parlemen.


