Netanyahu 53 Kursi, Eisenkot 48 Kursi: Penghitungan 92,8 Persen Suara Pemilu Israel hingga Pukul 16.00, Rabu, 28 Oktober

Pemilu IS

Al-Quds, Purna Warta – Hingga pukul 16.00 waktu Teheran pada Rabu, 6 Aban 1405 (pukul 14.33 waktu setempat), setelah pemrosesan dan penghitungan 92,8 persen dari seluruh kotak suara oleh Komite Pemilihan Umum Pusat Israel, peta kekuatan parlemen memasuki babak baru kebuntuan politik. Blok pendukung Benjamin Netanyahu kehilangan satu kursi dan kini bertahan di angka 53 kursi. Data hasil penghitungan menunjukkan bahwa partai-partai Arab berhasil mencatatkan rekor bersejarah dengan meraih 19 kursi, jumlah yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Blok oposisi memperoleh 48 kursi tanpa menguasai mayoritas. Mereka mulai melakukan upaya di balik layar untuk membentuk aliansi sementara dengan anggota parlemen Arab guna menggulingkan Amir Ohana dari jabatan Ketua Knesset. Pada saat yang sama, sejumlah sumber berbahasa Ibrani melaporkan adanya tekanan dari Donald Trump terhadap Netanyahu agar menyingkirkan Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich serta bergerak menuju pembentukan pemerintahan persatuan nasional.

Data resmi terbaru dari Komite Pemilihan Umum Pusat (Central Elections Committee/CEC) menunjukkan bahwa lebih dari 4.854.000 surat suara sah telah dihitung hingga saat ini.
– Blok pendukung Netanyahu: Memperoleh 42,2 persen suara, atau lebih dari 2.049.000 suara, dan menguasai 53 kursi.
– Blok oposisi (Perubahan): Memperoleh 37,7 persen suara, atau lebih dari 1.828.000 suara, dengan total 48 kursi.
– Partai-partai Arab: Mencatat lonjakan luar biasa dengan meraih 15 persen dari total suara, atau lebih dari 729.000 suara. Perolehan kursi mereka diproyeksikan meningkat menjadi 19 kursi.
– Daftar partai lainnya: Sebanyak 26 partai secara keseluruhan meraih 5,1 persen suara. Namun, mereka tidak memperoleh kursi karena gagal melewati ambang batas parlemen sebesar 3,25 persen.

Manuver oposisi untuk menguasai pimpinan Knesset dan menggulingkan Ohana
Channel 12 televisi Israel melaporkan bahwa kubu oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot, meskipun menghadapi kesulitan mendasar dalam membentuk pemerintahan, berupaya memanfaatkan gabungan suara mereka—48 kursi—dan suara partai-partai Arab—19 kursi. Dengan total 67 suara, mereka berusaha menggulingkan Amir Ohana, Ketua Knesset sekaligus salah satu tokoh penting Partai Likud.

Menurut laporan tersebut, kesepakatan pasti mengenai kandidat pengganti belum tercapai. Namun, sejumlah nama sedang dipertimbangkan sebagai calon Ketua Parlemen, di antaranya Oded Forer dari Partai Yisrael Beiteinu dan Elazar Stern dari Partai Yashar. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah Netanyahu mengendalikan proses legislasi.

Pada saat yang sama, Avigdor Lieberman, pemimpin Partai Yisrael Beiteinu, menyerukan kepada anggota parlemen dari Partai Likud agar “memberontak terhadap Netanyahu” dan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin oposisi. Ia menyatakan, “Kami mengharapkan tindakan seperti itu dari para anggota Likud.”

Lieberman menekankan bahwa suara dari pemilih yang memberikan suara melalui mekanisme khusus atau di luar prosedur pemungutan suara reguler akan menentukan hasil akhir. Ia mengatakan, “Kita harus menunggu hasil final hingga Jumat. Sejauh ini, kami belum pernah menghadapi jumlah suara semacam ini dalam skala sebesar itu. Perkiraan saya, 14 hingga 15 kursi akan ditentukan melalui suara-suara tersebut.”

Ia menambahkan bahwa sebagian besar suara itu berasal dari tentara dan personel cadangan militer. Menurutnya, kelompok pemilih tersebut tidak akan memberikan banyak suara kepada partai-partai Arab ataupun partai-partai Haredi. Karena itu, harapan untuk memperbaiki posisi Blok Perubahan pada Jumat masih terbuka.

Garis merah Trump: Ben-Gvir harus disingkirkan
Di sisi lain, situs berita berbahasa Ibrani Ynet mengungkapkan bahwa sejumlah sumber yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Gedung Putih ingin memastikan Itamar Ben-Gvir dan, jika memungkinkan, Bezalel Smotrich tidak menjadi bagian dari pemerintahan Israel mendatang.

Menurut sumber-sumber tersebut, Trump menganggap pembentukan pemerintahan yang melibatkan tokoh-tokoh sayap kanan ekstrem seperti Ben-Gvir tidak dapat diterima. Dukungan terbuka Trump kepada Netanyahu dalam beberapa hari terakhir disebut bertujuan mengingatkan perdana menteri Israel itu bahwa kesepakatan bilateral memiliki konsekuensi dan Washington tidak akan menarik tuntutannya.

Laporan Ynet menyebutkan bahwa berdasarkan rencana Washington bersama Tel Aviv, tahun pertama akan difokuskan pada upaya memastikan pembatasan terhadap Iran, sedangkan tahun kedua akan diarahkan pada perluasan “Perjanjian Abraham”.

Namun, negara-negara Arab di kawasan, khususnya Arab Saudi, secara tegas menyatakan bahwa normalisasi hubungan tidak akan berlanjut selama Netanyahu memimpin pemerintahan yang berhaluan ekstrem.

Karena itu, Trump mungkin akan berupaya memecahkan kebuntuan politik saat ini dengan mendorong Netanyahu membentuk pemerintahan persatuan nasional, yang memungkinkan pergiliran jabatan perdana menteri antara Netanyahu dan tokoh-tokoh moderat. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi Israel untuk bergabung dalam kesepakatan-kesepakatan regional.

Sorotan luas media Arab: Ujian bagi kelangsungan politik “King Bibi”
Hasil pemilu yang kompleks dan lonjakan perolehan kursi partai-partai Arab mendapat perhatian luas dari media di dunia Arab.
– Harian Arab Saudi, Asharq Al-Awsat, menyebut pemilu yang sedang berlangsung sebagai “pengadilan terhadap era Netanyahu”.
– Harian Lebanon, Al-Akhbar, memasang judul besar: “Israel: Musim Gugur Sang Raja”.
– Harian Uni Emirat Arab, Al-Khaleej, menyebut pencapaian partai-partai Arab sebagai “kejutan yang menggema”, yang membuat perhitungan Netanyahu menjadi sangat sulit.
– Harian pan-Arab, Al-Quds Al-Arabi, menggambarkan nasib politik Netanyahu sebagai “tergantung antara bumi dan langit”.
– Jaringan televisi Al Jazeera Qatar menyoroti lonjakan bersejarah keterwakilan warga Palestina di wilayah pendudukan Israel, yang mencapai 19 kursi. Al Jazeera menggambarkannya sebagai titik balik dalam dinamika politik parlemen Tel Aviv.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *