Pelapor Khusus HAM Peringatkan: Perampasan Tanah Palestina Termasuk Tindakan Agresi

albanese1

Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Kamis dari Palestine Today, Pelapor Khusus HAM,Albanese menyatakan bahwa langkah-langkah terbaru Israel terkait Tepi Barat bukanlah sekadar reformasi administratif, melainkan tindakan yang disengaja untuk mengukuhkan aneksasi de facto dan permanen atas wilayah tersebut. Ia menambahkan bahwa proses ini berlangsung sementara para pelakunya tetap kebal dari hukuman dan dilakukan di hadapan masyarakat internasional.

Pelapor Khusus HAM untuk Palestina pendudukan itu menegaskan bahwa aneksasi tanah milik warga Palestina ke wilayah pendudukan jelas bertentangan dengan hukum internasional, serta memperingatkan bahwa kelanjutan kebijakan tersebut akan melemahkan peluang tercapainya solusi yang adil dan berkelanjutan.

Pernyataan Albanese disampaikan di tengah percepatan langkah-langkah lapangan oleh rezim Zionis untuk menganeksasi tanah Palestina, yang telah meningkatkan kekhawatiran internasional mengenai masa depan Tepi Barat serta dampak politik dan kemanusiaannya.

Sikap Albanese pada pekan lalu dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Al Jazeera di Doha mengenai isu genosida dan kritik terhadap rezim Israel memicu reaksi Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, yang menyerukan pengunduran dirinya.

Menteri Prancis tersebut menyebut pernyataan Albanese sebagai “memalukan dan patut dicela” serta mengutuknya.

Menanggapi pernyataan Barrot, Albanese dalam wawancara dengan Al Jazeera menegaskan bahwa negara-negara yang sendiri melanggar hukum internasional dan tidak mengecam genosida tidak perlu menguliahinya.

Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk HAM di wilayah Palestina pendudukan itu juga meminta negara-negara Barat untuk, alih-alih mempersoalkan dirinya secara pribadi, membahas laporan-laporan yang ia sampaikan mengenai dugaan pelanggaran oleh rezim Israel.

Ia menambahkan bahwa perdebatan seharusnya difokuskan pada isi laporan tersebut, bukan pada dirinya sebagai individu.

Albanese menjelaskan bahwa karena mengecam perang genosida rezim Israel terhadap Gaza dan Tepi Barat, dirinya menjadi sasaran kampanye pembunuhan karakter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *