Venesia, Purna Warta – The Voice of Hind Rajab, sebuah dokudrama tentang tewasnya Hind Rajab—anak perempuan Palestina berusia lima tahun—di tangan pasukan Israel, berhasil masuk nominasi Golden Globe 2026 untuk kategori Best Non-English Language Film.
Baca juga: ‘Di Luar Batas Kewajaran’: Israel Perpanjang Larangan Jurnalis Internasional Masuk Gaza
Dokudrama sinematik yang disutradarai pembuat film asal Tunisia, Kaouther Ben Hania, itu sebelumnya telah mendapat banyak pujian kritis, termasuk memenangkan Silver Lion Grand Jury Prize di Festival Film Venesia.
Film ini mengikuti rangkaian peristiwa nyata yang berujung pada kematian Hind pada 29 Januari 2024.
Sebagai film yang dipilih sebagai wakil resmi Tunisia untuk ajang Oscar, karya tersebut menghadirkan rekonstruksi yang menggugah dari jam-jam terakhir yang tragis saat Hind terjebak di dalam mobil bersama anggota keluarganya di Gaza.
Film ini menampilkan rekaman audio asli dari panggilan telepon yang dilakukan oleh anak berusia lima tahun itu kepada Bulan Sabit Merah Palestina, setelah ia menjadi satu-satunya yang selamat dari serangan terhadap mobil keluarganya di wilayah Palestina yang terkepung.
Dalam rekaman tersebut, Hind terdengar memohon untuk diselamatkan dan tetap berada di telepon selama tiga jam sebelum akhirnya hilang kontak.
Tim ambulans tidak dapat menjangkaunya akibat tembakan intensif pasukan Israel, dan kendaraan mereka turut menjadi sasaran.
Hind dan dua paramedis yang mencoba menyelamatkannya tewas, begitu pula enam anggota keluarganya.
Para ahli menilai film ini menghadirkan pengalaman sinematik yang kuat—menangkap keheningan, ketakutan, dan penantian—serta mengubah suara seorang anak menjadi simbol universal kepolosan yang berhadapan dengan kekerasan.
“Suara Hind adalah suara Gaza itu sendiri,” ujar Ben Hania dalam pidato penerimaannya atas Silver Lion Grand Jury Prize di Festival Film Venesia.
“Jeritan minta tolong yang dapat didengar seluruh dunia, namun tak seorang pun menjawab. Suaranya akan terus bergema sampai akuntabilitas ditegakkan dan keadilan terwujud.”
Baca juga: Lembaga Zionis: Perang Gaza Mendorong Lebih Banyak Warga Israel ke Jurang Kemiskinan
Kematian Hind Rajab telah memicu kecaman internasional terhadap perang Israel di wilayah Palestina yang terkepung.
Yayasan Hind Rajab, yang didirikan untuk menghormatinya, kini menggugat berbagai kejahatan yang dikaitkan dengan rezim Israel di berbagai yurisdiksi dunia.
Sejak Israel melancarkan serangan ke Gaza pada 7 Oktober 2023, lebih dari 70.000 warga Palestina telah tewas—termasuk 21.000 anak-anak—dan 171.000 lainnya terluka.


