Hakim AS Perintahkan Deportasi Aktivis Pro-Palestina Mahmoud Khalil ke Suriah atau Aljazair

Mahmud

Washington, Purna Warta – Seorang hakim imigrasi di Louisiana telah memutuskan bahwa mahasiswa pascasarjana Universitas Columbia dan aktivis pro-Palestina, Mahmoud Khalil, akan dideportasi ke Suriah atau Aljazair.

Baca juga: Apakah Kemungkinan Perang Turki dengan Rezim Zionis Ada?

Khalil dikenal sebagai pemimpin mahasiswa dalam aksi protes di Universitas Columbia menentang perang genosida rezim Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Pada Rabu, Hakim Jamee Comans memutuskan bahwa Khalil “dengan sengaja memberikan keterangan yang keliru terkait fakta penting semata-mata untuk menghindari proses imigrasi” dan oleh karenanya bisa dideportasi.

“Ketika upaya pertama mereka untuk mendeportasi saya gagal, mereka lalu beralih pada fabrikasi tuduhan yang tak berdasar dan konyol demi membungkam saya karena bersuara dan berdiri teguh bersama Palestina, menuntut diakhirinya genosida yang sedang berlangsung,” ujar Khalil, penduduk tetap AS keturunan Palestina, usai putusan tersebut.

Khalil, yang mengajukan suaka karena khawatir menjadi target pasukan Israel, akan dideportasi ke Suriah atau Aljazair.

Tim hukumnya berencana mengajukan banding atas perintah deportasi tersebut, namun menyatakan khawatir bahwa prosesnya kemungkinan akan berlangsung cepat dan tidak menguntungkan.

Mereka menambahkan bahwa masih ada perintah terpisah dari pengadilan federal yang melarang pemerintahan Trump untuk mendeportasi atau menahan Khalil, yang berstatus penduduk tetap sah AS.

Petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) menahan Khalil pada Maret lalu sebagai bagian dari penindakan pemerintahan Trump terhadap universitas-universitas yang diklaim gagal menanggulangi “antisemitisme.”

Baca juga: Hamas: Israel Membahayakan Nyawa Tawanan Israel

Khalil, yang juga merupakan warga negara Aljazair, ditahan di sebuah fasilitas imigrasi di Louisiana selama tiga bulan sebelum hakim federal memutuskan pada 20 Juni agar ia dibebaskan. Istri Khalil, warga negara AS, melahirkan putra mereka saat Khalil masih dalam masa tahanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *