Doha, Purna Warta – Ghazi Hamad, anggota Hamas, menyatakan bahwa pihak yang membahayakan nyawa tawanan Israel adalah rezim Zionis itu sendiri, dan Hamas akan melakukan segala upaya sesuai kemampuan dan situasi untuk melindungi nyawa tawanan tersebut.
Baca juga: Pejabat Iran: Agresi Israel terhadap Qatar Ancam Keamanan Regional dan Global
Hamad, anggota kantor politik Hamas, tampil di depan kamera untuk pertama kalinya setelah serangan Israel ke markas Hamas di Doha. Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, ia mengatakan:
“Meskipun terjadi pembantaian terhadap rakyat Palestina di Gaza, kami memperlakukan para tawanan berdasarkan nilai-nilai kami sendiri.”
Ia menegaskan kembali:
“Yang membahayakan nyawa tawanan Israel adalah pihak Zionis sendiri, dan Hamas akan berusaha sebaik mungkin menjaga nyawa mereka sesuai dengan kemampuan dan kondisi.”
Menanggapi upaya Amerika untuk memediasi gencatan senjata, Hamad berkata:
“Pengalaman kami dengan mediasi Amerika pahit. Mereka tidak menunjukkan kesungguhan, karena mereka bahkan menarik kembali proposal yang diajukan.”
Hamad juga menekankan bahwa ancaman Israel tidak hanya merugikan Hamas, tetapi juga menargetkan seluruh negara.
Baca juga: Utusan: AS Tekan Negara‐negara agar tidak Dukung Resolusi Iran di IAEA
Kisah Mukjizat Selamat dari Serangan Israel di Doha
Ghazi Hamad menceritakan bahwa ia bersama delegasi negosiator dan beberapa penasihat sedang meninjau proposal Amerika yang disampaikan melalui mitra di Qatar. Kurang dari satu jam setelah pertemuan dimulai, terdengar ledakan hebat. Mereka segera meninggalkan lokasi setelah menyadari serangan berasal dari Israel.
Serangan bom berlangsung hebat dan menimbulkan situasi mengerikan: 12 roket melanda gedung berturut-turut dalam kurang dari satu menit.
Namun, berkat perlindungan Tuhan, mereka selamat dari kekejaman agresi rezim pendudukan.


