Hamas: Tewasnya 1.000 Warga Palestina di Gaza Buktikan Genosida Israel Masih Berlanjut

Hamas killing

Al-Quds, Purna Warta – Juru bicara gerakan perlawanan Hamas menyatakan bahwa pembunuhan hampir 1.000 warga Palestina di Gaza sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober tahun lalu menunjukkan bahwa perang genosida Israel masih terus berlangsung.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, Hazem Qassem mengatakan bahwa terus berjatuhannya korban jiwa menempatkan tanggung jawab politik, moral, dan hukum pada negara-negara mediator serta negara-negara penjamin untuk menekan Israel dan memaksanya menghentikan pelanggaran sistematis terhadap perjanjian gencatan senjata.

Ia menyerukan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mengidentifikasi pihak yang menghambat pelaksanaan perjanjian dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut.

Qassem juga mendesak Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah-langkah nyata guna menghentikan pembantaian terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Juru bicara Hamas itu selanjutnya menyerukan kepada pimpinan Otoritas Palestina agar menginstruksikan seluruh duta besarnya di berbagai negara untuk mengaktifkan peran misi-misi diplomatik Palestina dalam mendukung Jalur Gaza, serta menjadikan pengungkapan penderitaan warga Gaza dan ekspos terhadap agresi serta pengepungan Israel yang terus berlangsung sebagai prioritas utama.

Sebelumnya, Taher al-Nunu, penasihat media kepala biro politik Hamas, menegaskan bahwa berbagai upaya internasional untuk memaksa rezim Israel menghentikan pembantaian di Jalur Gaza sejauh ini gagal membuahkan hasil.

“Meskipun perjanjian tersebut secara jelas mengharuskan adanya gencatan senjata, pembunuhan terhadap penduduk Jalur Gaza tidak pernah berhenti,” kata Nunu.

Ia menambahkan, “Apa yang disebut Dewan Perdamaian harus mengidentifikasi pihak yang menghalangi pelaksanaan perjanjian tersebut.”

Nunu menyatakan bahwa saat ini tengah berlangsung berbagai konsultasi untuk membuka jalan bagi putaran baru perundingan guna menjamin pelaksanaan klausul-klausul dalam perjanjian tersebut.

Pasukan militer Israel terus melanjutkan operasi mereka di Gaza, termasuk melalui serangan udara dan artileri, penghancuran berbagai fasilitas, serta pembatasan terhadap pergerakan barang, bantuan kemanusiaan, dan perjalanan warga, sebagaimana dilaporkan oleh berbagai sumber Palestina.

Data yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, sedikitnya 977 warga Palestina telah tewas akibat tindakan pasukan Israel dan 3.063 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, jumlah korban sejak 7 Oktober 2023 telah meningkat menjadi 72.987 warga Palestina tewas dan 173.171 orang terluka, yang menggambarkan besarnya dampak kemanusiaan dari perang yang masih terus berlangsung di Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *