Jumlah Korban Tewas di Gaza Meningkat Menjadi 73.382 Orang

Bertambah

Gaza, Purna Warta – Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah meningkat menjadi 73.382 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 174.236 orang.

Menurut laporan Al Masirah, dalam 24 jam terakhir tercatat satu warga Palestina meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya, sementara lima orang lainnya yang mengalami luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kementerian tersebut juga melaporkan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober tahun lalu, sebanyak 1.255 warga Palestina dilaporkan tewas dan 4.125 orang mengalami luka-luka. Selain itu, 806 jenazah telah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan.

Dengan pembaruan data tersebut, jumlah korban tewas sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023 mencapai 73.382 orang, sedangkan jumlah korban luka meningkat menjadi 174.236 orang.

Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan bahwa hingga kini masih terdapat sejumlah korban yang tertimbun di bawah puing-puing bangunan maupun berada di jalan-jalan yang belum dapat dijangkau. Tim penyelamat dan petugas pertahanan sipil disebut masih menghadapi kesulitan untuk mengevakuasi mereka akibat keterbatasan peralatan, akses yang terbatas, serta serangan yang masih terus berlangsung.

Sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023, banyak wilayah di Jalur Gaza mengalami kerusakan berat, termasuk kawasan permukiman, rumah sakit, sekolah, jaringan jalan, serta fasilitas publik lainnya. Upaya pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim pertahanan sipil, namun sering terkendala oleh kerusakan infrastruktur, terbatasnya alat berat, serta kondisi keamanan di lapangan.

Berbagai badan kemanusiaan internasional telah berulang kali menyatakan bahwa banyak korban diperkirakan masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang hancur. Proses identifikasi dan evakuasi jenazah juga berlangsung secara bertahap karena keterbatasan sumber daya dan akses ke sejumlah lokasi yang terdampak.

Selain tingginya jumlah korban jiwa dan luka-luka, konflik berkepanjangan juga menyebabkan jutaan warga Gaza menghadapi krisis kemanusiaan, termasuk kekurangan pangan, air bersih, obat-obatan, layanan kesehatan, serta tempat tinggal, sementara proses rekonstruksi di sebagian besar wilayah masih berjalan sangat lambat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *