Beirut, Purna Warta – Sedikitnya 20 orang, termasuk seorang petugas penyelamat pertahanan sipil, gugur setelah serangan udara Israel menargetkan sejumlah wilayah di Lebanon selatan, meskipun terdapat gencatan senjata antara pemerintah Beirut dan rezim Tel Aviv.
Baca juga: Delegasi Palestina Peringatkan Uni Eropa: Israel Menjadi Ancaman Serius bagi Umat Kristen di Gaza
Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa serangan udara Israel menewaskan empat orang, termasuk dua perempuan, dan melukai delapan lainnya di kota Toura, distrik Tyre, pada Jumat.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung untuk mengevakuasi seorang anak perempuan yang terjebak di bawah reruntuhan.
Menurut laporan tersebut, tim Palang Merah Lebanon menemukan jenazah dua pemuda setelah serangan Israel menghantam kota Blat di distrik Marjayoun.
NNA menambahkan bahwa serangan Israel juga menghantam distrik lain di Lebanon selatan, yakni Nabatieh, Bint Jbeil, dan Sison. Serangan-serangan itu menewaskan sejumlah orang di berbagai kota dan desa.
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil menyatakan bahwa seorang anggota pertahanan sipil tewas setelah sebuah kendaraan udara tak berawak Israel menargetkan mobil yang sedang melintas di jalan penghubung antara Kfarchuba dan Kfarhamam di distrik Hasbaya.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan bahwa 50 orang tewas dalam 24 jam terakhir akibat serangan Israel di Lebanon selatan.
Sementara itu, juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga kota dan desa Nmairiyeh, Tayr Felsay, Hallousiyyeh, Upper Hallousiyyeh, Toura, dan Maarakeh di Lebanon selatan.
Militer Israel juga menyatakan bahwa dua tentaranya terluka, termasuk satu orang dalam kondisi serius, setelah sebuah drone yang diluncurkan pejuang Hezbollah menghantam wilayah utara daerah pendudukan.
Gerakan perlawanan Lebanon, Hezbollah, mengatakan pihaknya melakukan serangkaian serangan dalam 24 jam terakhir dengan menargetkan posisi pasukan pendudukan Israel di Lebanon selatan.
Hezbollah meluncurkan rudal ke sebuah pangkalan militer di wilayah utara daerah pendudukan, serta menargetkan kendaraan militer di kota Deir Siryan dan pasukan Israel di jalan menuju Adshit al-Qusayr.
Lebanon dan rezim Israel memperpanjang gencatan senjata mereka selama tiga minggu setelah pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih, kata Donald Trump pada 23 April.
Menurut otoritas Lebanon, hampir 2.500 orang telah tewas di Lebanon sejak rezim Israel melancarkan ofensif setelah operasi Hezbollah pada 2 Maret.
Baca juga: Netanyahu: Saya dan Trump Mengetahui Kejatuhan Iran Tidak Pasti
Israel saat ini menduduki sabuk wilayah selatan yang membentang 5 hingga 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon. Militer Israel kembali memperingatkan warga Lebanon selatan agar tidak memasuki wilayah tersebut.


