London, Purna Warta – Kantor berita Reuters melaporkan meningkatnya ketegangan lama antara Saudi Arabia dan United Arab Emirates.
Keputusan Uni Emirat Arab untuk keluar dari OPEC dan OPEC+ telah membuat perbedaan pandangan antara Abu Dhabi dan Riyadh yang selama ini terpendam menjadi terbuka.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa langkah tersebut dianggap sebagai bentuk perpecahan strategis dalam sistem pengelolaan minyak yang selama ini dipimpin oleh Riyadh, serta bagian dari perubahan keseimbangan kekuatan akibat perang terhadap Iran.
Reuters, mengutip para analis politik, menulis bahwa langkah keluar dari OPEC dan OPEC+ bukan sekadar perselisihan mengenai kuota produksi minyak, melainkan mencerminkan keretakan yang lebih dalam dalam hubungan kedua negara. UEA disebut lebih memilih bertindak secara independen dari Arab Saudi dan menggunakan minyak sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut.
Laporan itu juga menyebut bahwa perpecahan ini tidak hanya terbatas pada aspek politik, tetapi juga menyentuh hubungan pribadi dan strategis antara pemimpin UEA, Mohamed bin Zayed Al Nahyan, dan putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
Ketegangan antara kedua negara Teluk ini dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi global, mengingat peran penting mereka dalam produksi dan ekspor minyak dunia. Perbedaan strategi produksi dan kebijakan harga dapat memicu volatilitas harga minyak di pasar internasional, terutama dalam kondisi geopolitik yang sudah tidak stabil.
Selain itu, sejumlah pengamat menilai bahwa dinamika ini mencerminkan perubahan lebih luas dalam hubungan antarnegara Teluk, di mana negara-negara seperti United Arab Emirates semakin menunjukkan kecenderungan untuk menjalankan kebijakan luar negeri yang lebih mandiri, termasuk dalam isu energi, keamanan, dan investasi global.
Di sisi lain, melemahnya koordinasi dalam kerangka OPEC dan OPEC+ dapat mengurangi efektivitas kelompok tersebut dalam mengendalikan pasokan dan harga minyak dunia, yang selama ini menjadi salah satu instrumen utama stabilisasi pasar energi global.


