Beirut, Purna Warta – Hizbullah Lebanon sebagai respons atas pelanggaran luas gencatan senjata oleh rezim Zionis, menargetkan sejumlah kendaraan militer rezim tersebut menggunakan drone bunuh diri.
Menurut laporan kantor berita Al-Manar, Hizbullah Lebanon dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa menyusul pelanggaran berulang gencatan senjata oleh rezim Israel serta serangan udara terbaru ke wilayah selatan Beirut dan kawasan permukiman, pasukan Perlawanan Islam menargetkan sejumlah kendaraan militer dan pangkalan milik pasukan agresor.
Berdasarkan pernyataan tersebut, para pejuang Perlawanan Islam Lebanon pada pukul 16.00 hari ini, Jumat, menggunakan sebuah drone bunuh diri untuk menyerang kendaraan militer tentara rezim Zionis di kota Shamaa dan berhasil memberikan serangan yang tepat dan sukses.
Hizbullah dalam lanjutan pernyataannya juga mengumumkan keberhasilan serangan drone terhadap pusat komando baru tentara rezim Zionis di kota Al-Bayyada.
Para pejuang Hizbullah juga menyerang sebuah kendaraan militer tentara rezim Israel dan sebuah tank Merkava di kota Al-Bayyada menggunakan drone.
Baca juga: Tiga Kapal Tanker Iran Lainnya Berhasil Menembus Blokade Laut Amerika
Hizbullah juga mengumumkan serangan terhadap pusat konsentrasi pasukan Zionis di kota “Shamaa” dan “Tyre Harfa” di Lebanon selatan.
Disebutkan bahwa pada Jumat, 18 Ordibehesht / 8 Mei, Perlawanan Islam Lebanon telah melaksanakan sekitar 20 operasi militer terhadap rezim pendudukan Zionis. Operasi-operasi Hizbullah ini tanpa diragukan merupakan respons langsung atas pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis dan menunjukkan tekad serius kelompok perlawanan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah serta keamanan Lebanon.


