Teheran, Purma Warta – Presiden Iran meminta badan-badan pemerintah untuk mulai menerapkan inisiatif “satu hari dalam seminggu tanpa mobil”, menyusul kenaikan harga bensin tingkat ketiga baru-baru ini, sambil menekankan perlunya mencegah kebijakan bahan bakar memberikan tekanan pada kelompok berpenghasilan rendah.
Berbicara pada sesi kabinet hari Rabu, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan apresiasinya atas upaya semua manajer, badan administratif dan lembaga eksekutif yang terlibat dalam implementasi rencana bensin.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, pengemudi, operator SPBU, serta seluruh personel dan pemangku kepentingan lainnya atas kerja sama dan dukungannya dalam menjalankan rencana tersebut.
Presiden menekankan perlunya mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah tekanan dan kerugian yang menimpa berbagai lapisan masyarakat, khususnya kelompok yang kurang beruntung.
Pezeshkian juga menekankan penerapan inisiatif “satu hari dalam seminggu tanpa mobil”, dan mengatakan bahwa pendekatan tersebut harus dimulai dari pemerintah, kantor publik, organisasi, dan perusahaan milik negara.
Beliau mengatakan bahwa melalui kelanjutan dan pelembagaan, inisiatif ini secara bertahap harus menjadi gerakan publik yang lebih luas dan bentuk partisipasi sosial yang luas.
Iran menerapkan sistem penetapan harga bensin multi-tingkat di mana pengendara menerima bahan bakar bersubsidi sesuai kuota bulanan yang ditentukan. 60 liter pertama dihargai 1.500 toman per liter, sedangkan 50 liter berikutnya berharga 3.000 toman. Konsumsi di luar kuota bulanan 110 liter sebelumnya dihargai 5.000 toman per liter.
Pemerintah baru-baru ini memutuskan untuk menggandakan tarif tingkat ketiga menjadi 10.000 toman per liter, dan harga baru akan berlaku pada tanggal 8 September. Dua kuota pertama tidak berubah.
Reformasi harga bensin terjadi di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya konsumsi bahan bakar dalam negeri dan semakin lebarnya kesenjangan antara produksi dan permintaan bensin.


