Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri rezim Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Perang rezim tersebut, Yisrael Katz, mengklaim bahwa militer Israel telah menghancurkan infrastruktur Hizbullah di kawasan Pegunungan Ali al-Taher.
Menurut laporan aljazeera, Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Israel, dan Yisrael Katz, Menteri Perang rezim tersebut, dalam sebuah pernyataan mengklaim bahwa militer Israel, atas perintah mereka, telah menghancurkan infrastruktur Hizbullah di Pegunungan “Ali al-Taher” di Lebanon selatan.
Menurut kantor berita Mehr yang mengutip Al Jazeera, dalam pernyataan tersebut diklaim bahwa dengan penghancuran infrastruktur itu, apa yang disebut pejabat Zionis sebagai “zona keamanan” di Lebanon selatan telah diselesaikan. Netanyahu dan Katz juga mengklaim bahwa infrastruktur yang terdapat di kawasan tersebut dibangun selama dua dekade dengan pendanaan dan perencanaan Iran.
Militer rezim Israel juga mengklaim bahwa panjang infrastruktur yang dihancurkan di Pegunungan Ali al-Taher mencapai lebih dari 2 kilometer dan bahwa ledakan dilakukan di bagian permukaan maupun bawah tanah setelah militer memperoleh “kendali operasional” atas kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan Channel 12 milik rezim Israel, lebih dari 1.100 ton bahan peledak digunakan untuk menghancurkan terowongan-terowongan di kawasan tersebut.
Pegunungan “Ali al-Taher” terletak di dekat Nabatieh dan di sebelah utara Sungai Litani. Karena posisinya yang mendominasi wilayah-wilayah di sekitarnya, kawasan ini dianggap sebagai salah satu titik strategis di Lebanon selatan.
Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan pegunungan tersebut telah menjadi salah satu poros pertempuran antara rezim Israel dan Hizbullah. Berbagai laporan menunjukkan adanya upaya berulang kali oleh militer Israel untuk melakukan penetrasi dan maju di kawasan tersebut.


