Al-Quds, Purna Warta – Media Israel dalam sebuah langkah terkoordinasi menerbitkan berita serupa mengenai persenjataan Hamas untuk kembali menguasai Jalur Gaza.
Menurut laporan Stasiun televisi rezim Israel, Channel 12 dan Channel 14, bersama surat kabar Yedioth Ahronoth serta sejumlah situs dan platform informasi berbahasa Ibrani, secara bersamaan menerbitkan laporan yang disiapkan oleh militer rezim Israel mengenai Hamas yang disebut telah mengeluarkan senjata-senjatanya dari tempat persembunyian dan secara bertahap memperluas kembali kendalinya atas Gaza.
Menurut Channel 12 televisi rezim Israel, pasukan Hamas telah mengeluarkan senjata ringan yang sebelumnya mereka sembunyikan guna memperkuat cengkeraman mereka atas Jalur Gaza.
Berdasarkan klaim reporter media Israel tersebut, pernyataan adalah satu hal, sedangkan kenyataan di lapangan adalah hal lain. Ketika Hamas, berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, berkomitmen untuk menyerahkan senjata-senjatanya, situasi yang sepenuhnya berbeda dan mengkhawatirkan justru sedang terbentuk di lapangan.
Berdasarkan informasi yang diterima Channel 12, militer Israel untuk pertama kalinya secara resmi mengonfirmasi bahwa organisasi tersebut secara aktif sedang membangun kembali dan memperkuat kendali militernya di seluruh Jalur Gaza.
Menurut sumber-sumber keamanan, “Pasukan Hamas baru-baru ini mulai kembali ke gudang-gudang senjata dan menggunakan peralatan yang tersimpan di dalamnya untuk melakukan operasi pengintaian serta menegakkan kendali mereka atas Jalur Gaza.”
Gudang-gudang tersebut berada di wilayah yang masih berada di bawah kendali Hamas dan menyimpan berbagai jenis persenjataan, mulai dari senjata ringan Kalashnikov hingga perlengkapan tempur dan roket.
Struktur militer memberikan gambaran yang jelas mengenai perubahan situasi. Ini merupakan pertama kalinya sejak diberlakukannya gencatan senjata bahwa Shin Bet dan militer Israel memantau meningkatnya kesiapan Hamas untuk terlibat dalam konfrontasi langsung dengan pasukan militer Israel.
Peningkatan eskalasi ini dimulai sekitar dua pekan lalu dengan peluncuran layang-layang, kemudian dalam beberapa hari terakhir meningkat dengan penembakan langsung terhadap pasukan militer Israel yang ditempatkan di sepanjang “Garis Kuning”, serta penggunaan alat peledak terhadap sebuah kendaraan rekayasa milik militer Israel.
Perlu diketahui bahwa klaim-klaim media Israel tersebut muncul ketika, menurut para pejabat yang bertanggung jawab atas administrasi Jalur Gaza, kesepakatan mengenai Gaza telah menemui jalan buntu akibat tindakan Israel yang menghambat pelaksanaannya dan kini berada sangat dekat dengan titik kegagalan.


