Damaskus, Purna Warta – Otoritas yang menyebut diri sebagai Kementerian Dalam Negeri pemerintahan Julani di Suriah, dalam sebuah pernyataan, mengklaim telah menggagalkan upaya penyelundupan senjata dari Irak ke Suriah dan kemudian ke Lebanon. Dalam pernyataan tersebut, Hizbullah Lebanon disebut sebagai “kelompok paramiliter teroris.”
Menurut laporan televisi Al-Ikhbariyah, Kementerian Dalam Negeri pemerintahan Julani di Suriah menyebut Hizbullah Lebanon sebagai “kelompok paramiliter teroris.”
Kementerian tersebut mengklaim telah menggagalkan upaya penyelundupan sebuah muatan senjata dalam jumlah besar di perbatasan Irak dan menyita muatan tersebut sebelum memasuki wilayah Suriah.
Berdasarkan klaim kementerian itu, muatan senjata tersebut terdiri atas rudal jarak jauh, rudal antitank berpemandu, dan pesawat nirawak (drone).
Kementerian Dalam Negeri pemerintahan de facto Suriah juga mengklaim bahwa senjata tersebut telah dipersiapkan untuk melintasi wilayah Suriah menuju Lebanon dan diserahkan kepada Hizbullah, yang dalam pernyataan tersebut disebut sebagai “kelompok paramiliter teroris.”
Laporan itu juga menyebut bahwa pernyataan tersebut muncul di tengah klaim bahwa Presiden Amerika Serikat sebelumnya telah beberapa kali menyatakan keinginannya untuk memanfaatkan pemerintahan Julani dalam menghadapi Hizbullah Lebanon.
Kementerian Dalam Negeri pemerintahan de facto yang dipimpin Ahmed al-Sharaa (Abu Mohammad al-Julani) di Suriah mengeluarkan pernyataan yang menyebut Hizbullah Lebanon sebagai “kelompok paramiliter teroris”. Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan klaim bahwa aparat keamanan telah menggagalkan upaya penyelundupan senjata dari Irak ke Suriah sebelum akhirnya diduga akan diteruskan ke Lebanon.
Menurut klaim kementerian tersebut, senjata yang disita meliputi rudal jarak jauh, rudal antitank berpemandu, dan drone. Otoritas Suriah juga menyatakan bahwa muatan itu diduga akan melintasi wilayah Suriah untuk dikirim kepada Hizbullah di Lebanon. Hingga kini, klaim tersebut belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.


