London, Purna Warta – Surat kabar Inggris The Telegraph dalam sebuah laporannya mengklaim bahwa pihak Yaman tampaknya sedang mempersiapkan langkah untuk menutup Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur perdagangan maritim paling penting di dunia.
Menurut The Telegraph menyebut bahwa hingga saat ini Yaman belum mengambil tindakan nyata. Media tersebut mengklaim bahwa langkah itu merupakan bagian dari strategi tekanan yang lebih luas oleh Iran terhadap Amerika Serikat dan para sekutunya, sambil menunggu waktu yang dianggap tepat untuk bertindak.
Apabila Selat Bab el-Mandeb ditutup, kapal-kapal niaga akan dipaksa menempuh rute yang jauh lebih panjang melalui Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) di ujung selatan Afrika. Kondisi ini diperkirakan akan meningkatkan secara signifikan waktu pelayaran dan biaya pengangkutan.
The Telegraph menambahkan bahwa strategi yang dilaporkan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang selama ini juga muncul terkait Selat Hormuz, jalur energi strategis dunia yang setiap gangguan di dalamnya kerap menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global dan perdagangan internasional.
Selat Bab el-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Laut Arab, serta menjadi jalur vital bagi pengiriman barang dan energi yang melintasi Terusan Suez antara Eropa dan Asia. Gangguan berkepanjangan terhadap pelayaran di selat tersebut dinilai dapat berdampak besar terhadap rantai pasok global dan perdagangan maritim.
The Telegraph juga menulis bahwa pihak Yaman untuk sementara masih menahan diri untuk melaksanakan langkah tersebut, sembari memantau perkembangan kawasan dalam kerangka strategi tekanan yang lebih luas.
Laporan Mehr menambahkan bahwa ketegangan yang dipicu oleh kebijakan Amerika Serikat di kawasan telah menyebabkan meningkatnya ketidakamanan di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb. Pernyataan tersebut merupakan penilaian dari sumber yang dikutip dalam laporan.


