Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran berencana untuk merevisi hubungannya dengan Belarus menjadi kemitraan strategis.
Berbicara kepada seorang reporter IRIB di sela-sela kunjungan Presiden Masoud Pezeshkian ke Belarus pada hari Rabu, Araghchi mengumumkan rencana untuk merevisi peta jalan kerja sama komprehensif yang sebelumnya ditandatangani oleh kedua negara.
Baca juga: Lukashenko Kecam Sanksi Barat terhadap Belarus dan Iran sebagai Terorisme Ekonomi
“Kami telah sepakat untuk mulai merevisi dokumen-dokumen yang ditandatangani pada tahun 2006, yang berlaku hingga tahun 2026,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut akan meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis.
Pada tahun 2023, Iran dan Belarus menandatangani peta jalan kerja sama yang diperbarui, beserta tujuh perjanjian tambahan yang mencakup sektor-sektor seperti perdagangan, transportasi, pertanian, dan budaya.
Presiden Pezeshkian, yang sedang berada di Minsk dalam kunjungan resmi atas undangan Presiden Belarus Alexander Lukashenko, menyerukan perluasan kerja sama “pada tingkat setinggi mungkin” dalam konferensi pers bersama.
Pezeshkian, didampingi oleh delegasi tingkat tinggi, sedang menjalani perjalanan kedua dari lawatan regionalnya. Ia tiba di Minsk setelah kunjungan dua hari ke Republik Armenia.


