Tehran, Purna Warta – Seorang pakar isu Timur Tengah menyatakan bahwa hingga saat ini, belum ada kecaman dari Golani terhadap perilaku pendudukan rezim Zionis. Ia mengatakan bahwa siapa pun yang merestui dan menerima situasi ini kemungkinan memiliki hubungan rahasia dengan rezim tersebut.
Dua Peristiwa Strategis Sejak Munculnya Julani di Damaskus
Sejak Abu Muhammad al-Julani, pemimpin kelompok teroris Hay’at Tahrir al-Sham, muncul di Damaskus dan membentuk pemerintahan transisi di Suriah, telah terjadi dua peristiwa strategis penting. Pertama, serangan rezim Zionis terhadap infrastruktur Suriah. Kedua, sikap hati-hati Golani terhadap aktivitas Israel.
Dalam wawancara dengan Al-Arabiya, Julani mengungkapkan bahwa peran Hay’at Tahrir al-Syam adalah mencegah serangan besar-besaran terhadap Israel. Julani bahkan menyatakan bahwa ia tidak berniat berkonflik dengan Israel. Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa meski Golani mengirimkan pesan hati-hati sekitar seminggu lalu, Tel Aviv tetap mengirim pesan kepada pemerintah baru Damaskus bahwa mereka tidak akan mentolerir upaya para jihadis (Hay’at Tahrir al-Sham) untuk mendekati wilayah selatan Suriah.
Alasan Perluasan Israel ke Wilayah Suriah
Sabah Zanganeh, pakar isu Timur Tengah, menjelaskan alasan perluasan Israel ke wilayah Suriah dalam beberapa minggu terakhir. Ia menyatakan bahwa sifat alami rezim Zionis adalah ekspansi dan pendudukan. Mulai dari Palestina hingga negara-negara tetangga, mereka memanfaatkan setiap peluang untuk menduduki dan memperluas keberadaan mereka di wilayah tersebut.
Ia menambahkan bahwa kesempatan ini muncul karena adanya perpecahan politik di negara-negara tetangga atau keberadaan kelompok-kelompok seperti yang terjadi di Suriah, di mana pihak-pihak yang mencari kekuasaan memberikan peluang bagi rezim Zionis untuk bertindak. Sayangnya, rakyat Suriah kini menghadapi situasi baru yang memengaruhi nasib mereka.
Julani Tidak Mengecam Perilaku Pendudukan Israel
Menanggapi hubungan Julani dengan rezim Zionis, Zanganeh menjelaskan bahwa jika sebuah organisasi politik atau militer memasuki suatu wilayah dan menentang kejadian di wilayah tersebut, maka semestinya mereka menyatakan kecaman terhadap tindakan pendudukan. Namun, hingga saat ini, tidak ada kecaman dari Julani terhadap tindakan pendudukan rezim Zionis.
Dugaan Adanya Persetujuan Julani atas Pendudukan Israel
Zanganeh menekankan bahwa ketika perilaku ini tidak dikecam, itu menunjukkan adanya persetujuan secara politis atau batin terhadap tindakan pendudukan tersebut. Ia menambahkan bahwa pihak yang merestui situasi ini kemungkinan memiliki hubungan rahasia dengan rezim Zionis. Bahkan, terkadang mereka secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak memiliki masalah dengan Israel atau tidak berniat berperang dengan Israel.
Ia menegaskan bahwa pernyataan semacam ini sangat mencurigakan dan menunjukkan adanya hubungan tersembunyi. Sebab, tidak ada seorang patriot sejati yang rela negaranya diduduki oleh rezim rasis.


