Gaza, Purna Warta – Sedikitnya tiga warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan militer Israel di Jalur Gaza, sementara operasi militer Israel terus berlanjut di wilayah yang terkepung tersebut meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata. Informasi ini disampaikan oleh otoritas kesehatan Palestina.
Menurut pejabat kesehatan Gaza, dua warga Palestina tewas ketika sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menyerang kawasan Al-Salatin di sebelah barat Beit Lahia, Gaza utara, pada Minggu. Serangan tersebut juga mengakibatkan sedikitnya satu orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan. Hingga kini, identitas para korban belum diumumkan.
Dalam insiden terpisah di Gaza selatan, pasukan Israel dilaporkan menyerang sebuah tenda yang menjadi tempat pengungsian warga Palestina di Khan Younis. Sumber medis setempat menyebutkan bahwa sebuah pesawat tempur Israel menembakkan rudal ke arah tenda tersebut, menyebabkan sejumlah orang terluka dan dievakuasi ke rumah sakit.
Tenaga medis di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis menyatakan telah menerima jenazah seorang korban yang belum teridentifikasi setelah serangan tersebut.
Rangkaian serangan terbaru ini menambah jumlah korban sipil di Jalur Gaza yang terus meningkat di tengah berlanjutnya operasi militer, pengungsian massal, serta memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Menurut otoritas kesehatan di Gaza, jumlah korban tewas sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023 telah mencapai sedikitnya 73.054 orang, sementara 173.480 orang lainnya mengalami luka-luka. Angka tersebut berasal dari otoritas kesehatan Gaza dan belum dapat diverifikasi secara independen. Di sisi lain, Israel menyatakan bahwa operasi militernya ditujukan untuk melawan Hamas dan membantah tuduhan bahwa mereka secara sengaja menargetkan warga sipil, meskipun berbagai organisasi internasional terus menyerukan perlindungan terhadap penduduk sipil serta akses bantuan kemanusiaan yang lebih luas.


