Washington, Purna Warta – Juru bicara Gedung Putih membantah spekulasi mengenai adanya batas waktu untuk berakhirnya gencatan senjata dengan Iran.
Menurut laporan kantor berita Mehr yang mengutip Al Jazeera, Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih, menanggapi sejumlah spekulasi mengenai penetapan tenggat waktu oleh Presiden Amerika Serikat. Dengan menolak kabar tersebut, ia mengatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak menetapkan tanggal tertentu untuk berakhirnya gencatan senjata.
Ia menegaskan: “Pernyataan mengenai tenggat waktu 3 hingga 5 hari untuk berakhirnya gencatan senjata adalah tidak benar.”
Sebelumnya, sejumlah media termasuk situs berita Amerika Axios mengklaim bahwa Trump telah menetapkan tenggat waktu beberapa hari untuk berakhirnya gencatan senjata.
Presiden Amerika Serikat pada hari sebelumnya, bersamaan dengan berakhirnya gencatan senjata 14 hari, secara sepihak dan tanpa mengumumkan tanggal tertentu mengklaim bahwa atas permintaan Perdana Menteri dan Panglima Angkatan Darat Pakistan, ia memperpanjang gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan Gedung Putih ini muncul di tengah meningkatnya kebingungan terkait arah kebijakan Washington terhadap konflik dengan Iran. Dalam beberapa hari terakhir, pernyataan Trump mengenai negosiasi, blokade laut, dan perpanjangan gencatan senjata dinilai berubah-ubah dan memicu spekulasi luas di media internasional.
Sebelumnya, media Amerika melaporkan bahwa pemerintahan Trump memberi waktu terbatas kepada Iran untuk kembali ke meja perundingan di Islamabad. Namun, pihak Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan menghadiri negosiasi selama blokade laut Amerika masih berlangsung dan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Ketidakpastian ini berdampak pada pasar global, terutama harga minyak dunia. Investor terus memantau perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran karena eskalasi konflik dapat mengganggu jalur energi strategis seperti Selat Hormuz.
Sementara itu, Pakistan terus berupaya menjadi mediator dalam konflik tersebut. Islamabad sebelumnya menjadi tuan rumah perundingan awal antara delegasi Iran dan Amerika Serikat, namun pertemuan itu berakhir tanpa kesepakatan.
Sejumlah analis politik menilai perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas mencerminkan upaya Washington untuk meredakan tekanan domestik akibat kenaikan harga energi, sekaligus menghindari eskalasi militer lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.


