Serangan Udara Baru Tentara Rezim Zionis ke Gaza Utara Menewaskan Sejumlah Warga Sipil

Gaza utara

Gaza, Purna Warta – Menyusul serangan udara terbaru tentara rezim Zionis ke wilayah utara Jalur Gaza, sejumlah warga sipil dilaporkan gugur.

Menurut laporan kantor berita Al Jazeera, sebuah sumber di Rumah Sakit Al-Shifa menyatakan bahwa dalam serangan jet tempur Israel ke kawasan proyek Beit Lahia di utara Jalur Gaza, lima orang gugur.

Berdasarkan laporan tersebut, tiga dari korban tewas dalam serangan udara itu adalah anak-anak.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza dalam laporan statistik hariannya pada Rabu siang mengumumkan bahwa sejak diumumkannya gencatan senjata pada 11 Oktober hingga kini, total korban tewas telah mencapai 786 orang dan jumlah korban luka mencapai 2.217 orang.

Selain itu, sebanyak 761 jenazah telah dievakuasi dari bawah reruntuhan.

Kementerian Kesehatan Gaza juga menyatakan bahwa sejak dimulainya perang yang mereka sebut sebagai perang genosida oleh rezim Zionis pada 7 Oktober 2023 hingga kini, jumlah total korban tewas telah mencapai 72.562 orang dan jumlah korban luka mencapai 172.320 orang.

Serangan terbaru ini membuktikan rapuhnya gencatan senjata dan meningkatnya kembali operasi militer Israel di beberapa wilayah Jalur Gaza, khususnya di bagian utara seperti Beit Lahia dan Jabalia.

Lembaga-lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebelumnya telah memperingatkan mengenai memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza akibat blokade, kekurangan bahan makanan, obat-obatan, dan terbatasnya akses bantuan.

Serangan terhadap wilayah sipil dan tingginya jumlah korban anak-anak terus memicu kecaman dari berbagai organisasi hak asasi manusia internasional yang menyerukan penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional.

Sementara itu, perundingan internasional untuk memperpanjang dan memperkuat gencatan senjata masih berlangsung melalui mediasi Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, namun belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *