Tehran, Purna Warta – Zionisme adalah ideologi politik yang didorong oleh kebencian dan merupakan gerakan kolonial pemukim yang saat ini dipimpin oleh rezim Benjamin Netanyahu di Tel Aviv. (Foto arsip)
Profesor Bijan Davvaz, seorang profesor ilmu matematika yang diakui secara internasional dan berbasis di kota Yazd, Iran, telah meluncurkan tantangan intelektual dan teologis kepada kelompok-kelompok Zionis di seluruh dunia dengan menggunakan argumentasi rasional yang bersandar pada Al-Qur’an.
Profesor Davvaz, yang namanya tercantum di antara ilmuwan paling berpengaruh di dunia, dikenal melalui berbagai publikasi ilmiah dengan sitasi tinggi, buku referensi internasional, serta kolaborasi dengan peneliti dari hampir 40 negara.
Dalam pesannya yang ditujukan kepada kelompok Zionis di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat, Profesor Davvaz mengajukan dua tantangan spesifik berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an.
Dengan mengutip Surah Al-Jumu’ah ayat 6 dan Surah Al-Baqarah ayat 94, profesor tersebut menyebut bahwa Al-Qur’an menantang mereka yang mengklaim sebagai “umat pilihan Tuhan” untuk “memohon kematian jika mereka benar dalam klaimnya”.
Ia bertanya secara langsung: “Tolong jelaskan kepada kami—mengapa kalian bersembunyi di tempat perlindungan karena takut mati?”
Profesor Davvaz menyatakan bahwa Al-Qur’an mengandung janji ilahi yang mutlak dalam Surah Al-Isra ayat 6, bahwa jika para pelanggar terus melakukan kerusakan dan tirani, maka Tuhan akan mengirimkan kepada mereka suatu kaum yang akan menghancurkan mereka di dunia ini.
Dengan mengutip Surah Al-Baqarah ayat 120, ia menyatakan bahwa kaum Zionis “tidak akan pernah puas sampai kita mengikuti jalan mereka”, sehingga menurutnya tidak mungkin ada negosiasi dengan mereka.
Ia memperingatkan bahwa “siklus perang–gencatan senjata–negosiasi” yang selama ini digunakan sebagai strategi terhadap para pejuang kebebasan dunia pada akhirnya akan berbalik merugikan pihak tersebut. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak dapat diputarbalikkan meskipun ada upaya untuk melakukannya.
Dalam pernyataannya yang ditujukan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, ia mengutip ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah “tidak akan memberikan jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman”.
Ia menegaskan bahwa Zionisme merupakan ideologi politik berbasis kebencian dan gerakan kolonial pemukim yang bertanggung jawab atas puluhan tahun pendudukan militer, perampasan tanah, kebijakan apartheid, serta penindasan sistematis terhadap rakyat Palestina di wilayah pendudukan.


