Washington, Purna Warta – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada Rabu mengumumkan bahwa pejabat sipil tertinggi di Angkatan Laut Amerika Serikat akan meninggalkan jabatannya.
Menurut laporan Associated Press, Sean Parnell, juru bicara Pentagon, dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa John Phelan, Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat, akan segera meninggalkan pemerintahan.
Berdasarkan pengumuman Pentagon, Hung Cao, wakil menteri Angkatan Laut, ditunjuk sebagai pejabat sementara untuk memimpin kementerian tersebut.
Pergantian mendadak ini terjadi hanya sehari setelah Phelan menyampaikan pidato pada konferensi tahunan Angkatan Laut di Washington dan berbicara kepada wartawan mengenai rencana masa depannya.
Seperti kasus-kasus pengunduran diri pejabat militer Amerika sebelumnya, Pentagon tidak memberikan alasan resmi atas pencopotan ini.
Pemberhentian Phelan terjadi hanya beberapa minggu setelah Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS, memberhentikan Randy George, perwira tertinggi Angkatan Darat AS.
Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan tahun lalu, Hegseth juga telah memecat sejumlah jenderal, laksamana, dan pemimpin senior militer lainnya.
Menteri Angkatan Laut AS diduga menjadi korban perselisihan dengan Hegseth
Harian Amerika The Wall Street Journal mengutip para pejabat AS yang mengungkapkan bahwa pencopotan Menteri Angkatan Laut terjadi setelah berbulan-bulan ketegangan dengan Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.
Perubahan mendadak dalam jajaran militer AS ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap Pentagon akibat konflik regional dan kritik terhadap manajemen perang oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sejumlah analis menilai seringnya pergantian pejabat senior militer dapat menimbulkan ketidakstabilan dalam pengambilan keputusan strategis, khususnya saat Amerika Serikat terlibat dalam ketegangan di Timur Tengah dan kawasan Indo-Pasifik.
Dalam beberapa bulan terakhir, Pentagon juga menghadapi kritik terkait kesiapan armada laut Amerika di kawasan Laut Merah dan Teluk Persia, terutama setelah meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran internasional.
Sementara itu, pengangkatan Hung Cao sebagai pejabat sementara menarik perhatian karena ia dikenal memiliki pandangan keras terkait keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika.
Para pengamat menilai bahwa konflik internal di Pentagon dapat memengaruhi koordinasi militer Amerika di tengah negosiasi diplomatik yang rapuh dengan Iran serta ketegangan global yang terus meningkat.


