Teheran, Purna Warta – Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf telah menginstruksikan Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri untuk menindaklanjuti pengusiran atase militer Eropa dari Iran.
Baca juga: Ayatullah Khamenei: Perang yang diprakarsai AS akan meluas menjadi konflik regional
Masalah ini diangkat oleh Alireza Salimi, seorang ulama dan anggota parlemen dari Teheran, selama sesi terbuka Parlemen pada hari Minggu. Salimi menyerukan pengusiran atase militer yang ditempatkan di kedutaan negara-negara Eropa di Teheran, dengan alasan bahwa mereka harus dianggap sebagai “teroris” karena tentara negara masing-masing telah dinyatakan sebagai entitas teroris.
Deklarasi tersebut dibuat selama sesi terbuka hari Minggu sebagai reaksi terhadap penetapan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa awal pekan ini.
Mengutip Undang-Undang Aksi Strategis Parlemen, Salimi mengatakan bahwa tentara Eropa telah dinyatakan sebagai organisasi teroris dan oleh karena itu atase militer mereka harus segera diusir dari Iran. “Mereka sekarang adalah teroris, dan membiarkan mereka tetap berada di negara ini bertentangan dengan hukum,” tambahnya, seraya juga menyerukan Kementerian Luar Negeri Iran untuk menindaklanjuti masalah ini.
Baca juga: Samkhani: Iran Akan Memberikan Tanggapan yang Efektif dan Menangkal terhadap Setiap Agresi
Sebagai tanggapan atas pernyataan Salimi, Ketua Parlemen Iran menginstruksikan Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen untuk menindaklanjuti masalah ini dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.


