Komandan Senior Operasi Militer Israel Mengundurkan Diri di Tengah Laporan Investigasi Dugaan Pelanggaran Etika

Senior

Al-Quds, Purna Warta – Seorang komandan senior militer Israel mengundurkan diri dari jabatannya dan pensiun setelah dilaporkan menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran yang disebut sebagai “pelanggaran etika atau moral.”

Militer Israel mengumumkan pada hari Selasa bahwa Yisrael Shomer, kepala Divisi Operasi di bawah Direktorat Operasi, telah mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri dan pensiun.

Menurut militer Israel, Shomer meminta pensiun “karena alasan pribadi.” Permohonan tersebut disetujui oleh atasannya, Itzik Cohen, yang menjabat sebagai kepala Direktorat Operasi.

Militer juga menyatakan bahwa Kepala Staf, Eyal Zamir, telah menyetujui “permintaan pensiun segera” yang diajukan Shomer, sehingga ia resmi pensiun efektif seketika.

Muncul Laporan tentang Investigasi

Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah laporan media Israel yang menyebut bahwa Shomer terlibat dalam kasus yang berkaitan dengan “pelanggaran etika.”

Menurut sejumlah laporan yang dikutip media Israel, perwira senior tersebut dicurigai melakukan “pelanggaran moral” dan telah diperiksa oleh polisi militer.

Divisi Operasi yang dipimpinnya digambarkan sebagai “salah satu unit operasional paling penting dalam militer Israel.”

Unit tersebut bertanggung jawab menyusun rencana-rencana militer, menyesuaikannya dengan perkembangan di medan perang maupun situasi darurat, serta mengoordinasikan kegiatan berbagai cabang militer.

Shomer mulai memimpin divisi tersebut pada Juni 2024.

Militer Israel menyatakan bahwa hingga pengganti tetap ditunjuk, kepala Departemen Perencanaan dalam Direktorat Operasi yang berpangkat kolonel akan memimpin divisi tersebut untuk sementara waktu.

Ribuan Pengaduan Pelecehan di Tubuh Militer

Bulan lalu, di tengah laporan mengenai krisis moral yang semakin mendalam di tubuh pasukan Israel, data yang dipresentasikan kepada sebuah komite parlemen Israel menunjukkan bahwa militer menerima sekitar 2.500 pengaduan terkait pelecehan seksual dan kekerasan seksual di lingkungan internalnya sepanjang tahun 2025.

Lebih dari 700 pengaduan diselesaikan hanya melalui apa yang disebut sebagai “pertemuan komando.” Sementara itu, 42 surat dakwaan diajukan terhadap para tersangka, dan 21 orang lainnya hanya dikenai tindakan disipliner internal.

Menurut laporan Channel 12 Israel, hanya sekitar 10 persen kasus yang ditangani melalui proses pidana yang melibatkan kementerian dalam negeri dan kepolisian Israel.

Secara keseluruhan, sebanyak 234 pengaduan diteruskan kepada kementerian dan kepolisian, yang kemudian menghasilkan 42 dakwaan. Namun, 48 pelapor dilaporkan kemudian mencabut pengaduan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *