Israel Akui Kirim Sistem Rudal Patriot ke Ukraina, Ubah Kebijakan Militer

Israel Akui Kirim Sistem Rudal Patriot ke Ukraina, Ubah Kebijakan Militer

Tel Aviv, Purna Warta Untuk pertama kalinya, Israel secara terbuka mengonfirmasi telah mengirimkan sistem senjata ke Ukraina—sebuah langkah besar yang menandai perubahan penting dalam kebijakan militer dan politik luar negeri mereka di tengah konflik berkepanjangan dengan Rusia.

Baca Juga : Putin Sahkan Strategi Panjang untuk Kembalikan Kejayaan Angkatan Laut Rusia

Dalam wawancara dengan kantor berita Ukraina Ukrinform, Duta Besar Israel untuk Ukraina, Michael Brodsky, mengungkapkan bahwa Israel telah mengirim sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina. Sistem ini awalnya diberikan oleh Amerika Serikat pada 1990-an dan telah digunakan oleh pasukan militer Israel sejak Perang Teluk Pertama.

“Sekarang sistem ini berada di Ukraina,” kata Brodsky. Ia menegaskan bahwa Israel memang telah memberi bantuan militer, meskipun sebelumnya sering dibantah secara resmi. Ini menunjukkan perubahan sikap yang signifikan dari kebijakan lama Israel yang enggan membuka keterlibatan militer langsung dalam perang Ukraina.

Patriot dari Gudang ke Medan Perang
Sebelumnya, pada Januari lalu, media AS Axios melaporkan bahwa militer Amerika telah memindahkan sekitar 90 rudal Patriot dari gudang di Israel ke Polandia. Rudal-rudal itu kemudian disiapkan untuk dikirimkan ke Ukraina sebagai bagian dari bantuan pertahanan udara.

Baca Juga : Sekjen NATO Desak Peningkatan 400% Pertahanan Udara Hadapi Ancaman Rusia

Sistem Patriot tersebut sudah tidak lagi menjadi andalan utama pertahanan Israel karena negara itu telah mengembangkan teknologi pertahanan udara yang lebih mutakhir. Pada April 2023, Angkatan Udara Israel resmi menonaktifkan unit-unit Patriot mereka, dan sebagian besar disimpan atau digunakan hanya untuk pelatihan.

Setelah penonaktifan itu, Ukraina mengajukan permintaan kepada AS dan Israel agar rudal Patriot yang tidak terpakai dapat diperbaiki dan dikirim untuk mempertahankan wilayah Ukraina dari serangan udara Rusia. Proses ini memakan waktu berbulan-bulan karena Israel sempat ragu—alasan utamanya adalah kekhawatiran akan reaksi balasan dari Rusia.

Pertimbangan Strategis dan Ancaman dari Moskow
Sikap Israel yang sempat enggan bukan tanpa alasan. Para analis menyebutkan bahwa pemerintah Israel takut Moskow akan meningkatkan kerja sama militer dengan Iran jika mereka terlalu terang-terangan mendukung Ukraina. Meskipun belum ada bukti konkret, kemungkinan itu cukup untuk membuat Israel berhati-hati dalam membuat keputusan.

Baca Juga : UNICEF: Kemiskinan Anak di Inggris Ancam Perkembangan Dini

Namun, langkah terbaru ini mengindikasikan bahwa Tel Aviv mulai mengubah kalkulasinya. Seiring memburuknya situasi di Ukraina, tekanan dari sekutu Barat dan perkembangan di medan tempur tampaknya mendorong Israel untuk mengambil peran lebih aktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *