Teheran, Purna Warta – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengecam agresi rezim Israel baru-baru ini terhadap Yaman, dengan mengatakan bahwa pasukan perlawanan Islam di wilayah tersebut, khususnya rakyat Yaman yang tangguh, akan memberikan respons yang menghancurkan terhadap penjahat Zionis.
Baca juga: Iran Menetapkan Arah Baru dengan Kemitraan Blok Shanghai
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, IRGC mengatakan bahwa serangan terbaru oleh rezim Zionis yang “jahat dan rasis” di ibu kota Yaman merupakan kejahatan perang yang nyata terhadap kemanusiaan dan contoh nyata terorisme negara, yang mengungkap sifat biadab dan anti-kemanusiaan rezim tersebut.
Pernyataan tersebut muncul setelah serangan udara Israel di ibu kota Yaman merenggut nyawa Perdana Menteri Ahmed Ghaleb Al-Rahawi dari Pemerintah Nasional Perubahan dan Pembangunan, dan delapan pejabat lainnya.
Serangan itu merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan mematikan Israel terhadap Yaman, yang angkatan bersenjatanya telah menargetkan situs-situs sensitif Israel sebagai respons atas genosida rezim tersebut di Gaza.
“Kejahatan tragis ini sekali lagi mengungkap wajah gelap para penjahat Zionis dan mempertegas sifat tidak manusiawi dan ekspansionis para penjajah al-Quds dan para agresor terhadap tanah-tanah Islam,” kata IRGC.
IrGC menambahkan bahwa rezim Israel, dengan dukungan penuh AS dan kebungkaman internasional, melanjutkan tindakan agresi, teror, dan genosida di kawasan tersebut dan menimbulkan ancaman serius bagi keamanan regional dan internasional.
Pasukan elit Iran selanjutnya menyerukan kepada semua negara Muslim, organisasi internasional, dan badan-badan hak asasi manusia untuk mengakhiri kebungkaman dan ketidakpedulian mereka terhadap kejahatan rezim Israel dan Amerika Serikat yang teroris, sebagai pendukung utamanya.
Mereka juga harus mengambil sikap tegas dan langkah-langkah praktis yang efektif serta mendukung Yaman dan rakyat Gaza yang tertindas untuk menciptakan kondisi bagi diakhirinya kejahatan dan agresi Israel secara permanen, tegas IRGC.
Baca juga: Juru Bicara: 3 Negara Eropa Didesak AS dan Israel untuk Memicu Snapback terhadap Iran
IrGC menyatakan tekadnya yang kuat untuk mendukung rakyat tertindas di kawasan tersebut, terutama bangsa Yaman dan Palestina.
IRGC akan mengerahkan segala upaya untuk melawan rezim pendudukan Israel dan para pendukungnya, tegas pernyataan tersebut.
Gerakan perlawanan pada hari Sabtu mengeluarkan pernyataan duka cita dan kecaman yang tegas secara terpisah menyusul pembunuhan sembilan pejabat senior Yaman oleh rezim Israel.
Dalam pidatonya pada hari Sabtu, presiden Yaman memperingatkan rezim Israel akan melakukan pembalasan yang tegas terhadap pembunuhan pejabat senior negara tersebut oleh Tel Aviv baru-baru ini.
“Balas dendam kami tak pernah tidur, dan hari-hari gelap menanti kalian… Kalian tidak akan merasakan keamanan setelah hari ini,” kata Mahdi al-Mashat.


