Iran Menetapkan Arah Baru dengan Kemitraan Blok Shanghai

Shanghai, Purna Warta – Saat Presiden Masoud Pezeshkian menghadiri KTT ke-25 Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tiongkok, kunjungan tersebut menggarisbawahi meningkatnya keterlibatan Iran dengan blok yang semakin membentuk masa depan ekonomi dan keamanan regional dan global.

Baca juga: Juru Bicara: 3 Negara Eropa Didesak AS dan Israel untuk Memicu Snapback terhadap Iran

Selama lebih dari satu dekade, Iran telah menghadapi sanksi tidak manusiawi yang terutama dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan sekutu Baratnya. Langkah-langkah ini telah sangat membatasi akses Teheran ke pasar keuangan global, membatasi ekspor minyaknya, dan menjauhkannya dari mitra dagang tradisional Barat.

Dengan latar belakang ini, keterlibatan Iran dengan SCO—sebuah blok berpengaruh yang terdiri dari Tiongkok, Rusia, India, dan republik-republik Asia Tengah—menawarkan platform vital untuk memperluas kemitraan internasionalnya melampaui kerangka kerja tradisional yang didominasi Barat.

Seiring menyusutnya signifikansi pasar Eropa akibat hambatan politik dan sanksi, fokus ekonomi Iran secara tegas bergeser ke arah timur.

Anggota SCO secara kolektif mewakili hampir separuh populasi dunia dan sekitar seperempat PDB global, menjadikan mereka mitra yang sangat diperlukan bagi rencana diversifikasi dan pertumbuhan ekonomi Teheran.

Meskipun SCO awalnya merupakan aliansi keamanan regional, selama 24 tahun sejarahnya, SCO telah berkembang menjadi organisasi multifaset yang mencakup kerja sama ekonomi, budaya, dan teknologi.

Bagi Iran, yang baru bergabung sebagai anggota penuh baru-baru ini, SCO menghadirkan platform untuk tidak hanya memperluas perdagangan tetapi juga belajar dari praktik-praktik diplomatik dan ekonomi tingkat lanjut dalam kerangka kerja multilateral yang kooperatif.

Rencana Teheran ambisius namun realistis: untuk meningkatkan volume perdagangan dengan negara-negara SCO lebih dari dua kali lipat dari sekitar $35-36 miliar saat ini menjadi lebih dari $50 miliar.

Mewujudkan tujuan ini dapat membuka potensi keanggotaan SCO, mengubahnya dari kebutuhan geopolitik menjadi mesin yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Banyak negara anggota SCO juga bermitra dengan Iran di organisasi regional lain seperti Uni Ekonomi Eurasia dan Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO).

Baca juga: Menlu Iran, Rusia dan Tiongkok Tolak Langkah Uni Eropa ke-3 yang Ilegal untuk Terapkan Snapback

Perjanjian seperti yang saat ini sedang dinegosiasikan untuk menghapuskan 87% tarif antara Iran dan Rusia, Belarus, dan Uzbekistan dapat secara efektif menggandakan atau melipatgandakan volume perdagangan saat ini.

Selain itu, keterlibatan multidimensi Iran dengan negara-negara SCO—banyak di antaranya merupakan negara tetangga langsungnya, termasuk Afghanistan, Pakistan, Kazakhstan, dan Kirgistan—semakin memperkuat konektivitas regional.

Keanggotaan yang tumpang tindih di berbagai organisasi ini menciptakan koridor perdagangan yang saling terhubung yang meningkatkan ketahanan ekonomi dan memberi Iran berbagai cara untuk mendiversifikasi dan memperluas hubungan perdagangannya, mengurangi ketergantungan pada pasar tunggal mana pun dan memperkuat stabilitas regional.

Kekayaan alam dan kekuatan industri Iran melengkapi kebutuhan anggota SCO, terutama di bidang energi, pertanian, teknologi, dan kerja sama keamanan.

Pada tahun 2022-2023, Iran mencatat rekor ekspor senilai lebih dari $58 miliar dan volume transit yang belum pernah terjadi sebelumnya, melampaui 22 juta ton. Angka-angka ini menyoroti kapasitas Teheran untuk beradaptasi dan mempertahankan momentum ekonomi dalam menghadapi tekanan eksternal.

Iran merupakan pemasok energi yang krusial, dengan Tiongkok sendiri menyumbang lebih dari 26% dari total perdagangannya—ekspor minyak menjadi komponen terbesar. Hubungan energi bilateral ini sangat penting, terutama karena Tiongkok tetap menjadi pelanggan minyak terbesar Iran, menyerap lebih dari 90% ekspor minyaknya.

Mengingat luasnya hubungan mereka—termasuk perjanjian kerja sama 25 tahun dan partisipasi dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok—kolaborasi semacam itu dapat memperdalam integrasi Iran ke dalam jaringan ekonomi Asia yang dinamis.

Iran mengusulkan area untuk meningkatkan kerja sama energi antar negara anggota SCO
Iran mengusulkan area untuk meningkatkan kerja sama energi antar negara anggota SCO
Menteri Energi Iran mengatakan Teheran telah mengusulkan tujuh area untuk memperkuat kerja sama antar negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
Rusia dan India juga berperan sebagai mitra energi utama, yang memungkinkan Iran untuk mendiversifikasi basis pelanggannya dan melindungi risiko geopolitik.

Negara-negara SCO seperti Kazakhstan, Kirgistan, dan Rusia menawarkan lahan subur bagi kolaborasi pertanian. Bersama India dan Pakistan, mereka menyediakan banyak peluang untuk menstabilkan pasokan pangan, sebuah faktor penting mengingat kebutuhan Iran yang berkelanjutan untuk mengamankan pasar pangan domestiknya di bawah sanksi.

Keunggulan teknologi Tiongkok dan India dapat mendukung rencana Iran dalam memodernisasi sektor industri dan digitalnya. Selain itu, kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan—dengan anggota SCO yang memiliki kemampuan nuklir—dapat meningkatkan stabilitas regional, yang secara tidak langsung menguntungkan lingkungan ekonomi Iran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *