Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi memuji peran Arab Saudi dalam proses diplomasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang agresi yang dilakukan AS dan rezim Zionis terhadap Iran serta memperkuat stabilitas dan keamanan regional.
Araqchi dan rekannya dari Saudi Faisal bin Farhan mengadakan percakapan telepon pada hari Senin untuk membahas perkembangan regional terkini dan status terbaru dari nota kesepahaman (MoU) Islamabad.
Menteri luar negeri Iran memberi pengarahan kepada rekannya dari Saudi mengenai ketentuan dan perkembangan terkini terkait pemahaman Islamabad.
Mengacu pada tanggung jawab AS untuk memastikan implementasi yang tepat dari ketentuan-ketentuan perjanjian tersebut, Araqchi menekankan perlunya penghentian total agresi rezim Zionis terhadap Lebanon.
Dia juga menyatakan penghargaan atas peran Arab Saudi dalam proses diplomatik saat ini yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis melawan Iran dan memperkuat perdamaian dan keamanan regional, serta menekankan pentingnya mempertahankan upaya-upaya ini.
Kedua menlu lebih lanjut menekankan kelanjutan konsultasi erat dan kerja sama diplomatik antara Teheran dan Riyadh mengenai perkembangan regional dan perlunya memperkuat upaya membangun perdamaian di kawasan.
Seruan itu muncul setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa kesepakatan damai telah dicapai antara Iran dan Amerika Serikat setelah berminggu-minggu negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan dengan dukungan dari Qatar, Arab Saudi, dan Turki. Menurut pengumuman tersebut, perjanjian tersebut mengatur penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon, dan dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi kemudian mengkonfirmasi bahwa memorandum tersebut telah diselesaikan, dan mengatakan bahwa Teheran telah memasukkan posisi-posisi kuncinya ke dalam perjanjian tersebut dan akan memverifikasi implementasi komitmen AS sebelum memasuki tahap perundingan berikutnya. Dia mengatakan perjanjian tersebut mencakup mengakhiri blokade laut AS dan membuka jalan bagi perundingan yang lebih luas mengenai keringanan sanksi, rekonstruksi, dan isu-isu lainnya.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian menyatakan bahwa MoU yang telah diselesaikan akan mengakhiri perang dan operasi militer di semua lini dan bahwa negosiasi di masa depan hanya akan dilanjutkan setelah komitmen pihak lain dilaksanakan. Menurut sumber informasi, amandemen akhir yang diusulkan oleh Iran juga mencakup ketentuan terkait pengelolaan Selat Hormuz dan jaminan kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.


